Wabah PMK Hantui Pemerintah, Kebutuhan Sapi di Balikpapan Kurang 1.950 Ekor

KBRN, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menyebutkan bahwa pihaknya saat ini kekurangan stok sapi untuk kebutuhan Idul Adha nanti. Saat ini sebanyak 1.950 ekor sapi dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Balikpapan.

Seperti diketahui sebelumnya, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi atensi semua daerah lantaran dapat menyebabkan kematian mendadak bagi hewan ternak seperti sapi. Beberapa daerah yang telah diminta menutup distribusi hewan ternaknya karena terjangkit wabah PMK yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, Heria Prisni mengatakan kebutuhan sapi di Balikpapan sebanyak 3.050 ekor. Sedangkan jumlah sapi yang ada saat ini sebanyak 1.100 ekor saja. 

"Posisi sapi kita itu 1.100 ekor, sedangkan kebutuhan sapi kita itu 3.050 ekor sapi. Jadi kalau untuk sapi kita kekurangan sekitar 1.950 ekor. Nah biasanya memang kita datangkan dari daerah Sulawesi dan Jawa Timur. Namun sekarang kan untuk Jawa Timur dan Aceh sementara di lockdown karena terpapar PMK. Disana itu sapinya tiba-tiba mati karena penyakit itu," katanya pada Senin (23/5).

Satu-satunya pilihan yakni mendatangkan sapi dari Sulawesi, sebab disana masih diperbolehkan untuk mendistribusikan sapi ke luar daerah. Hanya saja harus melalui karantina terlebih dahulu selama 14 hari.

"Nah yang dari Sulawesi itu sudah dibuka, namun dia pas disana harus di karantina dulu 14 hari. Setelah dinyatakan sehat, baru boleh masuk kesini. Nah sampai di Balikpapan itu di karantina lagi 4 hari baru boleh ke pemotongan. Takutnya virus itu akan menular, ya seperti Covid lah," ujarnya.

Heria mengatakan kebutuhan sapi di Balikpapan bisa saja terpenuhi jika peternak mendatangkan sapi lokal dari Sulawesi. Hanya saja ia memprediksi harga sapi akan naik lantaran peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk karantina.

"Biasanya itu kan dari peternak atau swasta yang memesan sapinya ke Sulawesi. Tapi kemungkinan harganya bisa naik karena mereka perlu biaya karantina dulu 14 hari dan disini karantina juga," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar