Disdag Samarinda Himbau Penjual Daging Untuk Menjaga Kebersihan Agar Terbebas Wabah

Kadisdag Samarinda, Marbanas. (Rendy)

KBRN, Samarinda: Wabah penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak mulai menjamur di Tanah Air. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan terkait wabah PMK yang terkonfirmasi di Kota Samarinda.

Kebanyakan hewan ternak di Samarinda merupakan suplai dari daerah luar Kaltim diantaranya Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kendati demikian sejatinya pendistribusian daging haruslah melewati verifikasi ketat yang dilakukan oleh rumah potong hewan di Kecamatan Sungai Siring, Samarinda.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas menerangkan, sejauh ini belum ada wabah terkonfirmasi di Samarinda. Karena antisipasi yang cukup ketat sebelum proses pemasaran. Sejauh ini aktivitas jual beli daging segar pun tetap berjalan normal.

"Di Samarinda tidak ada konfirmasi terkait itu, masih sangat aman dan di pasar pun saya lihat masih berjalan normal, karena kan sudah melewati uji kelayakan dari RPH," terang Marnabas.

Sejauh ini harga daging segar pun tak mengalami kenaikan masih di kisaran harga Rp140 hingga Rp150 perkilo gram (Kg).

Untuk itu Marnabas menghimbauan kepada penjual daging segar di seluruh pasar tradisional maupun ritel modern di Samarinda agar lebih menjaga kebersihan lapak dagangannya.

"Harganya juga sama. Ya, Kami himbau pedagang untuk menjaga kebersihan lapak, dan pola pelayanan yang higienis," ucapnya.

Lebih lanjut Marnabas percaya dengan pihak terkait pengelolaan hewan ternak mampu mencegah penyebaran wabah itu di Samarinda sehingga untuk penjualan daging pun masih bisa berjalan lancar.

"Mudahan saja tidak masuk ke Samarinda, Karena daging kita terverifikasi semua. Kecuali stok daging beku tapikan itu bisa awet setengah tahun, jadi tidak ada masalah," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar