Cegah PMK Masuk Kutim, Dinas Pertanian Kutai Timur Akan Lakukan Tindakan Antisipasi

KBRN Sangatta. Sebagai bentuk antisipasi masuknya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melakukan tindakan pencegahan agar penyakit tersebut tidak masuk ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum mengatakan, terdapat langkah pencegahan dan pengendalian yang bisa dilakukan dengan cara sanitasi kandang seperti penyemprotan disinfektan di area kandang, perlengkapan dan alat transportasi ternak serta adanya pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju area wabah tersebut.

“Baru saja Kalimantan Selatan terkonfirmasi penyakit PMK, mengingat Kaltim khususnya Kutim dekat Kalsel, maka kita harus melakukan tindakan pencegahan agar tidak masuk kaltim khususnya Kutai Timur” tutur Dyah

Sebagai informasi, PMK saat ini mulai ditemukan di Indonesia. hewan yang dapat terserang oleh penyakit ini antara lain hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan ternak lainnya.

Apabila terinfeksi penyakit tersebut memiliki gejala demam tinggi, air liur berlebih dan berbusa, pincang pada kaki, dan diakhiri dengan lepasnya kuku, terdapat luka lepuh di lidah, gusi sekitaran mulut moncong hidung hewan ternak.

Gejala-gejala tersebut dapat membuat hewan tidak mau makan, sulit berdiri dan nafasnya terlihat cepat.

Gejala yang terjadi pada ternak akan berimbas ke kesehatan ternak dan dapat mengakibatkan kematian, karena tidak mau makan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar