Masyarakat Kaltim patut waspada, khususnya para orang tua terkait temuan Hepatitis

Sosialisasi Hepatitis (Foto Diskes )

KBRN, Balikpapan :  Penyakit Hepatitis Akut misterius pada anak diduga sudah masuk Kaltim. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan telah menemukan 18 kasus dugaan kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.

Kasus tersebut berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Paling banyak di DKI Jakarta dengan 12 kasus.

Meski kasusnya belum ditemukan di Kota Minyak, namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan  Ani Sri Juliarty, sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi penyakit ini.

Setidaknya ada 20 dokter spesialis anak di Kota Balikpapan yang telah bersiaga.

Jumlah tenaga ahli berupa dokter spesialis anak tersebut pun dirasa banyak dan mumpuni.

"Dari Kemenkes sudah mengatur SOP dan alur rujukan. Rumah sakit menyiapkan laboratorium dan tenaga ahli, serta ruang perwatannya," katanya, Senin,16/5/2022).

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi dua kasus kematian baru diduga hepatitis misterius per Kamis (12/5/2022).

Salah satunya dari Kaltim, anak berusia di bawah 10 tahun. Kasusnya terjadi di Kota Samarinda, namun masih dalam dugaan.

Grafis (Dok Diskes)

Anak tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Samarinda. Penanganannya pun dilakukan sesuai dengan SOP rumah sakit.

"Alhamdulillah kalau di Balikpapan sampai sekarang belum ada kasus ditemukan. Mudah-mudahan tidak sampai masuk ke sini," harap wanita yang kerap disapa Dio itu.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.

Dalam surat tersebut, pemerintah daerah diminta memantau dan melaporkan kasus syndrome jaundince akut ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Surat edaran tersebut telah diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta ke seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Kalimantan Timur.

Pencegahan dini lainnya juga dengan mengedukasi masyarakat melalui media promosi supaya lebih waspada, dan yang paling penting masyarakat diminta untuk tidak panik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar