Makanan Pemicu Parosmia

KBRN, Samarinda: Penelitian terbaru menunjukkan terdapat sejumlah makanan pemicu parosmia. Makanan-makanan ini dapat membuat seseorang mengalami parosmia yang kuat.

Dikutip dari cnn.com, Parosmia adalah salah satu masalah penciuman yang menyebabkan seseorang menderita gangguan persepsi bau.

Parosmia mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan mencium aroma yang sebenarnya dari sesuatu. Aroma tersebut biasanya akan terasa lebih bau, lebih kuat, dan tidak menyenangkan. Misalnya, bau harum roti akan menjadi lebih menyengat dan busuk.

Fakta soal Parosmia yang Disebut Gejala Baru Covid-19Penelitian yang dipublikasikan di Wiley Online Library ini menganaliskan gangguan penciuman yang terjadi pada pasien Covid-19. Penelitian dilakukan dengan menganalisis parosmia pada 1299 orang berusia di atas 15 tahun yang mengisi survei.

Hasilnya 10,8 persen mengalami gejal parosmia. Parosmia paling banyak terjadi pada usia 31-40 tahun yakni 40,8 persen dan 21-30 tahun yakni 37,1 persen. Sebagian besar adalah perempuan atau 73,6 persen.

Durasi parosmia beragam mulai dari kurang dari dua minggu (26,3 persen), 2 minggu hingga tiga bulan (58 persen), dan lebih dari tiga bulan (15,7 persen).

Makanan yang paling memicu parosmia adalah daging baik ayam dan sapi. Sebanyak 60 persen merasa terganggu dengan bau ayam dan sapi. Lalu, diikuti dengan bau bawang putih yakni 50,7 persen dan telur 50 persen.

Berikut makanan pemicu parosmia:

Sejumlah makanan dapat memicu parosmia:

1. Daging ayam dan sapi 60 persen

2. Bawang putih 50,7 persen

3. Nasi 35 persen

4. Timun dan tomat 30,7 persen

5. Ikan 29,3 persen

6. Sayur 25,7 persen

7. Kacang 23,6 persen

8. Produk susu 22,9 persen

9. Pasta 16,4 persen

10. Kedelai 11,4 persen

Itulah makanan pemicu parosmia. Sebaiknya hindari makanan ini jika mengalami parosmia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar