Batas Asupan Makanan Cepat Saji dan Dampaknya Untuk Kesehatan

KBRN, Samarinda :  Makanan cepat saji sering menjadi pilihan saat seseorang tidak memiliki banyak waktu luang untuk memasak. Makanan cepat saji kerap disebut sebagai makanan tidak sehat bahkan membahayakan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Dilansir Kompas, menurut Lily Arsanti Lestari, Staf Pengajar Prodi S1 Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, pada umumnya makanan cepat saji tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi manusia karena tidak memiliki gizi seimbang.

Menurut Lily, makanan cepat saji tinggi kalori, tinggi lemak, rendah serat atau bahkan tidak mnegnadung serat,  tinggi natrium atau garam gitu jadi komposisi gizinya tidak seimbang.

Llly menyarankan untut membatasi asupan mengonsumsi makanan cepat ji sebanyak satu kali seminggu.  

Ketika makanan cepat saji sering menggantikan makanan pokok yang bergizi dalam keseharian Anda, dapat menyebabkan terserang obesitas dan diabetes, yang meningkatkan risiko kematian dini.

Dilansir dari Eatthis yang dikutip bisnis.com, mengkonsumsi makanan cepat saji  memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.

1. Tubuh Merasa Lesu

Dengan menyajikan porsi besar dan mengandung tinggi lemak, makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan minuman bersoda, makanan cepat saji sering kali memberikan dosis kalori yang besar. Porsi besar itu akan membuat konsumen merasa kenyang dan lesu secara bersamaan.

 2. Memiliki Kulit Bermasalah

Dalam satu porsi makanan cepat saji mengandung gula sederhana, tepung putih, dan karbohidrat kosong seperti kentang goreng yang bisa menimbulkan masalah dalam kulit.

3. Anda akan kembung

Beberapa makanan secara alami mengandung jumlah natrium yang lebih tinggi. Natrium banyak ditambahkan ke banyak produk makanan, terutama dalam makanan cepat saji yang digunakan sebagai penyedap atau pengawet. Orang dewasa disarankan mengonsumsi natrium tetap di bawah 1.500 miligram per hari. Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh Anda menahan air, membuat Anda merasa kembung dan bengkak.

4. Memori dan fungsi kognitif Anda akan menurun

Makanan cepat saji mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dapat berdampak negatif pada jantung, namun dapat berdampak negatif juga pada fungsi otak dan memori. Asupan asam lemak jenuh yang lebih tinggi dapat merusak kecepatan dan fleksibilitas memori dan memori prospektif (kemampuan untuk mengingat untuk melakukan apa yang diinginkan).

 5. Mengalami Sembelit Makanan berserat sangat penting dalam sistem pencernaan. Serat membantu menjaga saluran pencernaan bekerja dengan baik karena mengantarkan limbah keluar dari tubuh. Serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Namun hampir sebagian besar makanan cepat saji tidak mengandung kandungan serat makanan yang tinggi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar