Kulit bermasalah? Cek Ciri-Cirinya, Bisa Jadi Disebabkan Polusi Udara

Udara beracun dari polusi bisa menyebabkan kematian karena penyakit pada paru-paru dan jantung. Tak hanya paru-paru dan jantung, kulit pun menjadi salah satu bagian tubuh yang terkena efek samping polusi udara.

Dilansir National Center for Biotechnology Information, kulit adalah organ pertama sekaligus penghalang pertahanan pertama tubuh yang bersentuhan dengan lingkungan. Semua sel dan lapisan kulit turut ikut sebagai lapisan pertahanan tubuh.

Salah satu efek pada kulit yang terpapar polusi udara adalah munculnya beruntusan. Beruntusan merupakan kondisi di mana wajah munculnya jerawat kecil dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini dapat disebabkan banyak hal. Salah satu penyebabnya ialah karena tersumbatnya pori-pori wajah karena debu atau polusi. Pada sebagian orang, beruntusan dapat hilang setelah wajah mendapatkan perawatan yang tepat, tetapi tak jarang yang kesulitan untuk menghilangkan beruntusan dari wajah.

Beruntusan hanyalah salah satu ciri-ciri kulit yang terpapar polusi udara. Berikut ini empat ciri-ciri dampak polusi udara pada kulit wajah, sebagaimana dikutip dari Cosmopolitan.

1. Pori-Pori Tersumbat Partikel-partikel polusi yang ada di udara memiliki ukuran sepuluh hingga dua puluh kali lebih kecil dari ukuran pori-pori manusia. Hal tersebut dapat membuat partikel-partikel polusi menyusup ke lapisan kulit yang lebih dalam sehingga pori-pori menjadi tersumbat. Selain menyumbat pori-pori, polusi yang menetap di wajah dapat menyebabkan peradangan, dan dehidrasi. Polusi juga dapat menyebabkan hilangnya elastisitas dan kekencangan kulit wajah. Untuk itu, membersihkan wajah pada malam hari setelah beraktivitas harus rutin dilakukan agar partikel-partikel polusi tidak lama mengendap di kulit. Pada malam hari, kulit kita akan bergenerasi, penggunaan serum anti-oksidan merupakan cara yang tepat untuk melindungi terhadap kerusakan radikal bebas di siang hari, seperti polusi, stres, dan paparan sinar UV.

2. Timbul Jerawat dan Keriput Saat masuk ke kulit, polusi menciptakan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang sangat tidak stabil yang memiliki elektron tidak berpasangan. Molekul-molekul ini akan menghilangkan elektron di sel-sel kulit sehat yang kemudian akan menyebabkan kerusakan pada kulit. Radikal bebas dapat meningkatkan peradangan yang dapat memicu jerawat, rosacea, dan pigmentasi pada kulit. Radikal bebas juga akan mengatur enzim yang merusak seperti MMP-1 yang akan memecah kolagen dan elastin yang merupakan penyangga kulit manusia. Hal tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi kendur dan keriput.

3. Kulit Menjadi Kering dan Kusam Polusi terbuat dari partikel mikro yang menembus jauh ke dalam kulit dan menyebabkan peradangan, kekeringan, pigmentasi pada kulit, dan kerusakan pada kolagen dan elastin yang menyebabkan keriput. Setelah itu, lapisan kulit akan menjadi kering dan meradang serta menjadi kurang efektif melindungi kulit. Akibatnya, kulit menjadi sulit untuk mempertahankan kelembaban sehingga rentan terhadap iritasi dan infeksi. Hal tersebut juga membuat kulit menjadi sensitif.

4. Timbul Pigmentasi pada Kulit dan Rosacea Polutan udara seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), senyawa organik volatil (VOC), karbondioksida, dan asap rokok menyebabkan kerusakan pada kulit. Setelah minyak alami kulit rusak serta kehilangan air karena polutan. Kulit wajah akan rentan terhadap iritasi dan peradangan lebih lanjut. Kerusakan membuat kulit berpigmen, berkerut, dan dapat menyebabkan terkena rosacea. Rosacea adalah suatu kondisi inflamasi kulit kronis yang umumnya menyerang pada bagian sentral wajah. Perempuan akan lebih mudah terserang kondisi ini daripada pria.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00