Atasi KIPI Vaksin Covid 19

KBRN, Samarinda : Pemerintah gencar melakukan vaksinasi covid19 bagi masyarakat guna mencapai herd immunity. Data kemkes.go.id,  pemerintah telah mencapai 2 juta dosis vaksin per hari.

Hingga 29 September 2021, jumlah penduduk yang sudah disuntik dosis pertama sebanyak 89.822.987 orang dan 50.412.993 orang untuk vaksin ke-2.

Ini berarti vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 43,13% dan 24,21% untuk dosis ke-2 dari target vaksinasi 208.265.720 orang.

Sementara untuk dosis ke-3 atau vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan sebayak 7.283 dosis per hari ini dengan jumlah tenaga kesehatan 924.828 orang.

Namun hingga saat ini masih ada masyarakat yang enggan divaksin dengan berbagai alasan, diantaranya takut terjadi reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dari laman covid19.go.id, dikatakan tidak semua orang yang divaksinasi COVID-19 mengalami reaksi atau KIPI. Jika muncul reaksi atau KIPI, itu adalah sesuatu yang wajar.

KIPI atau reaksi yang muncul setelah vaksinasi jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 atau komplikasi yang disebabkan oleh virus COVID-19.

Para ahli juga sepakat bahwa vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (3M) adalah cara yang paling tepat untuk keluar dari pandemi ini.

KIPI bersifat ringan dan bersifat sementara, antara lain, nyeri pada lengan, di tempat suntikan, sakit kepala atau nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C).Demam Anda dapat juga mengalami gejala mirip flu dan menggigil selama 1-2 hari.

Reaksi yang muncul setelah kita divaksinasi biasanya menandakan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri kita dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara, dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Jika merasa tidak nyaman, peserta vaksinasi dianjurkan beristirahat dan jika dibutuhkan, meminum obat penurun panas (sesuai dosis yang dianjurkan) serta perbanyak minum air putih. Jika terdapat rasa nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan dan gunakan lengan seperti biasa. Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00