Mengelola Mental Saat Harus Isolasi Mandiri

Pandemi yang sudah berjalan lama yang terkadang membuat lelah datang melanda,  kesehatan mental pun terdampak akibat situasi yang tak kunjung usai. Berita buruk akhir akhir ini seringkali datang bahkan bertubu tubi membuat mental sering teriris ketika berkenaan dengan orang dekat atau kerabat. Termasuk ketika seseorang mendapatkan kenyataan dirinya harus  menjalani isolasi mandiri (isoman), meski bergejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Tidak dipungkiri kekhawatiran, kecemasan sering muncul saat melakukan isoman,  kondisi tersebut umum terjadi.  Meski demikian hal itu tidak lantas di biarkan begitu saja agar kondisi mental tetap sehat.

Saat seseorang dalam kondisi tidak  bergejala atau bergejala ringan, keluhan terbesar adalah merasa bosan. Kepada RRI, Psikolog dari Universitas Mulawarman Ayunda Ramadhani S.Psi, M.Psi mengatakan,  ketika menjalani isolasi mandiri hal yang penting dilakukan adalah menanamkan kepercayaan diri bahwa kita  bisa melewati semua ini.

“Dukungan orang di sekitar bisa menjadi sumber energi untuk berjuang melawan virus ini. Menjalani pengobatan yang  di sarankan, melakukan aktivas yang menyenangkan misalnya  hobby yang masih terjangkau untuk bisa di lakukan. Sadari tentang kebutuhan terhadap mengakses media sosial sehingga tidak terjebak mengakses informasi yang tidak bermafaat, apalagi informasi hoaks, “ terangnya.

Ia melanjutkan, menjalankan pola hidup sehat dengan tertib konsumsi makanan yang bergizi.  Tidak kalah penting usahakan tetap terhubung dengan orang lain terutama keluarga,  kerabat dan teman.  Dukungan media sosial sangat di perlukan untuk memberikan jaminan atas kebutuhan dasar saat menjalani isolasi mandiri.

“ Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter atau telemedicine jika ada perubahan gejala sehingga akan mudah terdeteksi dan segera ditangani lebih lanjut, “ pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00