Warga Kelian Dalam Tolak Diswab Usai Kubur Pasien Corona, Polisi dan Tim Gugus Turun Tangan

KBRN, Sendawar : Tim gugus tugas penanganan covid-19 dan anggota Polres Kutai Barat mendatangi kampung Kelian Dalam Kecamatan Tering kabupaten Kubar, Kamis (6/5/2021).

Kedatangan tim satgas ini setelah keluarga dan warga setempat mengubur sendiri pasien positif covid-19 tanpa protokol kesehatan pada 29 April lalu. 

Ironinya warga yang kontak erat selama penguburan pasien Corona itu menolak saat diminta melakukan swab test.

Bahkan hingga satu pekan pasca kejadian itu warga tetap tidak mau Diswab oleh petugas kesehatan.

Hingga akhirnya tim gabungan dari Kepolisian, Dinas kesehatan dan satgas Corona turun tangan mengadakan swab masal di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Kelian Dalam.

Kepala Kampung Kelian Dalam Imran Rosadi mengatakan sebagian masyarakat enggan Diswab karena kurangnya edukasi soal bahaya virus Corona.

"Mungkin ada informasi-informasi negatif tentang swab ini sehingga mereka nggan melakukan swab. Ini yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan edukasi kepada mereka semua tentang pentingnya swab tes," katanya.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Kutai Barat dr.Ritawati Sinaga membenarkan jika pasien yang meninggal dan dikubur tanpa prokes itu sebelumnya terkonfirmasi positif.

Pasien perempuan itu awalnya memiliki gejala sesak napas. Dia sempat dibawa ke rumah sakit namun dikembalikan keluarga ke Kelian Dalam. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk. Keluarga lalu mencoba melarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Hanya saja saat proses penguburan tim gugus sulit berkomunikasi karena jaringan telpon mengalami gangguan.

"Disini kebetulan topografinya agak sulit, kemudian pada saat kematian itu kami mau koordinasi tidak bisa karena gangguan signal sehingga mereka kubur sendiri," jelasnya.

dr.Rita menambahkan dari hasil tracking diketahui ada sekitar 63 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien. Namun baru 32 orang yang sudah Diswab oleh petugas.

"Ya mungkin karena topografi yang sulit sehingga belum semua datang untuk ikut swab," katanya.

Pantaun RRI di lapangan meski ada aksi jemput bola dari petugas warga tetap kurang peduli. Bahkan anggota polisi harus mendatangi rumah-rumah warga agar mereka mau mengikuti swab tes.

Ada juga warga yang protes dengan kepala kampung.

"Pak petinggi harus tanggung jawab cari semua mereka yang kabur itu. Biar adil semua. Saya ini sudah sampai Samarinda tapi balik lagi hanya karena mau Diswab. Kasihan masyarakat disini ada yang kontak ada yang nda kok itu," ungkap salah satu warga dengan raut kesal dihadapan petugas.

"Pak petinggi tidak salah pak. Beliau sudah berusaha tapi warga belum mau datang," sela Kanit Pidum Polres Kubar Aipda Renson Sinaga yang ikut mencari mereka yang kontak erat dengan pasien Corona.

"Nda apa-apa ini sudah risiko dan tanggung jawab saya," jawab Kades Kelian Dalam Imran Rosadi.

BACA JUGA: 2 Warga Kelian Dalam Yang Ikut Kubur Pasien Corona Dinyatakan Positif Covid-19

Kapolsek Long Iram Iptu Pujiyono menegaskan pihaknya belum melakukan penindakan tegas kepada warga yang masih bandel.

"Tetap kita lakukan upaya pendekatan secara preventif dulu. Untuk sementara kita amankan PPKM mikro bersama tim satgas kampung," katanya.

Kasubag Humas Polres Kubar IPTU Andreas TP menyebut ada 15 anggota Polisi baik dari Polres maupun Polsek Long Iram yang diturunkan ke Kelian Dalam. Polisi kata Andreas masih melihat itikad baik dari warga sebelum ada tindakan tegas hingga proses pidana.

"Kita minta masyarakat supaya sadar karena sudah banyak yang kena covid ini. Jadi jangan kita main-main dengan covid ini. Karena saya sendiri sudah merasakan itu," tegas polisi yang pernah terjangkit virus Corona tersebut.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan seperti rutin cuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan wajib menggunakan masker.

Tim gugus dan pemerintah kampung Kelian Dalam memutuskan untuk memberlakukan karantina lokal atau penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di lokasi tempat pasien meninggal. 

Sementara masyarakat yang sudah Diswab maupun belum diminta melakukan isolasi mandiri selama minimal 14 hari sebelum hasil swabnya keluar.

Tonton Video Profil kampung Kelian Dalam berjuang dari keterisolasian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00