Klaster Keluarga,Tes GeNose C19 akan diberlakukan di Balikpapan

KBRN,Samarinda - Satgas Penanganan Covid-19 melalui Andi Sri Juliarty selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan memaparkan pada hari ini (15/4), terdapat penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 29 kasus, 43 kasus selesai isolasi, dan 1 kasus meninggal dunia.."Klaster keluarga masih mendominasi di Balikpapan, dengan total 37 klaster dalam satu minggu terakhir. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang riwayatnya habis dikunjungi tamu atau kerabatnya dari luar daerah. Oleh karena itu kewaspadaan perlu ditingkatkan", tegasnya..Terkait update kondisi Rumah Sakit, total tempat tidur isolasi dari 11 Rumah Sakit yang menangani pasien Covid-19 di Kota Balikpapan sebanyak 523, dan sudah terisi sebanyak 129 sehingga menyisakan 391 tempat tidur isolasi. Sedangkan untuk ruang ICU tersedia 18 ruang termasuk untuk anak dari total 43 ICU.."Keterisian tempat tidur isolasi mandiri untuk penanganan Covid-19 di Balikpapan sebanyak 24,3 persen dan keterisian ICU sebanyak 41,86 persen. Hal ini jauh lebih rendah dari target indikator yang ditetapkan Nasional yaitu 70 persen, ujar Dio sapaan Andi Sri Juliarty..Sementara itu, capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 28,3 persen, terdiri dari bagi lansia sebanyak 8.151 atau sama dengan 14,6% dari sasaran target 55.712 lansia dan petugas publik 33,6 persen atau sama dengan 17.318 dari 51.544 sasaran. Sedangkan capaian dosis kedua secara kumulatif sudah mencapai 14.2 persen dan berjalan terus bagi lansia sudah mencapai 3.540 dan petugas pelayanan publik mencapai 6.846 yang sudah di vaksin..Kemudian, mengenai penggunaan GeNose C19 di Kota Balikpapan dalam rangka deteksi dini atau screening Covid-19.."Yang sudah melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk penggunaan GeNose yaitu Rumah Sakit Restu Ibu. Kemarin juga sudah ada uji coba penggunaan GeNose di Terminal Batu Ampar dan Pelabuhan Penyebrangan Kariangau", ungkapnya..GeNose C19 adalah hasil karya dalam negeri yang memiliki kelebihan mendeteksi Covid-19 secara cepat. Alat ini mampu mendeteksi Covid-19 berbasis hembusan nafas sebagai alternatif selain tes PCR dan Rapid Test Antigen..

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00