Desain baru dalam kegiatan konser musik.

Konsep desain baru konser musik juga seperti arahan kebijakan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kalau daerah yang zonanya hijau itu bisa full live konser, kalau masih zona orange sampai kuning maka dia hybrid dan yang masih zona orange sampai merah ya mau tidak mau harus live secara virtual. Maka dari itu sebabnya selalu saya dorong, ayo semua pihak harus terus patuh dengan Protokol Kesehatan (Prokes),” ucap Andi Harun. Menurutnya harus ada upaya yang sungguh-sungguh supaya pelaksanaan konser musik itu bisa dijalankan tetapi tidak bertentangan atau tidak melanggar dengan prokes yang menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dilaksanakan. Ditambahkannya para pelaku musik kreatif serta para musisi lokal didorong supaya terus berkarya untuk kembangkan kreatifitas. “Pesan saya adalah jangan menyerah dengan keadaan ini jangan sampai teman-teman musisi lokal kehilangan motivasi ditengah situasi Pandemi Covid-19. Kita juga percaya para musisi lokal bisa punya ide kreatif dan menghasilkan produk yang positif. Pemerintah akan hadir di tengah-tengah keinginan musisi semua tetapi intinya semua harus taat aturan prokes yang diatur pemerintah terutama melaksanakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya. Ditegaskannya supaya membuka kebiasan atau memulai kebiasaan baru dengan melakukan konser yang terbatas berbasis Covid-19 tanpa harus terhalangi kreatifitas para pelaku musik itu. “Dan bila itu sudah berhasil ditunjukkan oleh pegiat musik kreatif lokal tidak menutup kemungkinan selain musisi lokal kita juga bisa datangkan musisi nasional untuk tampil dengan aturan standar Prokes,” tambah Wali Kota Samarinda. Prokes sangat diperhatikan betul – betul karena menurut orang Nomor 1 di Kota Samarinda tersebut bahwa Kalimantan Timur masih menjadi daerah monitoring dalam kasus Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00