Ibu Rumah Tangga Bisa Jadi Pengangguran Terselubung, Disnaker Bekali Dengan Keterampilan Usaha

KBRN, Sendawar : Ibu Rumah Tangga (IRT) dinilai ikut menyumbang angka pengangguran. Bahkan masuk kategori pengangguran terselubung. Kondisi itu terjadi akibat kurangnya produktivitas ibu rumah tangga maupun perempuan yang belum berkeluarga. Ditambah lagi kondisi pandemic covid-19 membuat kaum IRT sulit mengembangkan potensi yang ada. Tak terkecuali di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Untuk itu salah satu solusi yang dilakukan adalah membekali IRT dengan pengetahuan usaha kecil menengah.

“Harapannya kegiatan ini menghasilkan tenaga-tenaga kerja atau usahawan- usahawan baru yang bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dan juga sebagai salah satu strategi dalam menyelesaikan masalah pengangguran dan pengangguran terselubung yang dihadapi oleh negara secara umum dan Kutai Barat secara khusus,” ungkap Plt. Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Kutai Barat Drs. Jono saat menggelar pelatihan wirausaha kompetitif di Sendawar Rabu (16/6/2021).

BACA JUGA : Disnakertrans Kubar Bentuk Wirausaha Mandiri di Tengah Pandemi Covid-19

Pelatihan yang digelar selama dua hari ini diikuti 35 peserta. Baik ibu rumah tangga maupun wanita yang belum berkeluarga. Adapun instruktur latihan adalah pengusaha kuliner di Kutai Barat. Sedangkan teori disampaikan Disnakertrans Provinsi Kaltim dan Disdakop UKM Kubar.

“Mereka ini latihannya untuk membuat kue-kue. kedepannya mudah-mudahan bisa menambah lagi mungkin masak memasak makanan khas kita. Kalau memang memungkinkan itu bisa juga kita laksanakan kegiatan kegiatan pelatihan seperti menjahit, salon kecantikan dan lain sebagainya,” jelas Jono.

Usaha praktis itu kata Jono akan mudah ditpraktikan ibu rumah tangga maupun remaja.

“Kita harapkan ke depan dapat tercipta lapangan kerja baru yang akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan sosial ekonomi, mengurangi kemiskinan dan pemecahan masalah sosial,” katanya.

BACA JUGA : Pelatihan Membuat Kue Bangkitkan Semangat Wirausaha di Kubar

Selain ibu rumah tangga pemerintah kata Jono juga mengembangkan kemampuan dibidang Teknik otomotif alat berat bagi kalangan pria. Salah satunya dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kutai Barat.

“Ini kita sudah ada kerja sama dengan beberapa LPK untuk pelatihan alat berat. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut sehingga makin banyak tenaga kerja kita yang memiliki skil supaya mereka siap bersaing. Dan memang kita sudah ada kerja sama dengan perusahaan untuk menampung tenaga kerja binaan kita,” ujarnya.

Peserta Pelatihan Disnakertrans Kubar

Staf khusus seksi Bina Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kaltim Denny Yuliana Rahayu yang ikut sebagai pemateri menambahkan, masalah utama yang dihadapi calon pengusaha adalah sumber daya manusia dan informasi.

Menururtnya ibu rumah tangga atau perempuan pada umumnya bukan tidak mampu menghasilkan pendapatan keluarga. Tetapi kesempatan mereka mengembangkan potensi yang ada dalam diri kerap terbentur dengan kesibukan rumah tangga.

Disisi yang lain kaum perempuan kurang percaya diri dengan potensinya diri hanya karena keterbatasan informasi kewirausahaan maupun akses modal. Sehingga pemerintah akan berupaya menggandeng perusahaan-perusahaan swasta melalui program bina usaha atau CSR membantu permodalan maupun ilmu kewirausahaan.

“Jadi kalau selama ini mereka hanya punya rencana-rencana saja mungkin setelah pelatihan ini mereka bisa membuka atau memulai usahanya. Menjadi besar tentunya dimulai dari yang kecil dulu. Karena Ibu rumah tangga ini juga ada yang kerja di rumah tangga tetapi ada juga yang masih lajang yang modalnya mungkin tidak terlalu banyak. Tentunya mereka dimulai dari home industry,” jelas Rahayu.

“Pemerintah hanya bisa memberikan pelatihan dalam bentuk seperti ini tapi harapan Kita perusahaan melalui CSR-nya bisa mendukung dari segi permodalan atau pelatihan lebih lanjut. Yang lebih ke teknisnya untuk praktik. Mungkin membuat produk yang sesuai dengan sumber daya lokal yang ada di Kutai Barat,” sambungnya.

Rahayu menyebut tahun ini ada 4 kabupaten/Kota di Kaltim yang mendapat program pelatihan keterampilan. Dengan harapan makin banyak pengusaha muda atau UKM skala rumah tangga.

“Harapan kita ditengah pandemic ini semua masyarakat tidak mudah menyerah, tetap optimis karena sepertinya juga kita mengarah ke situasi yang makin baik lagi,” imbuh Rahayu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00