Pandemi, Penjualan Hewan Ternak di Samarinda Anjlok

KBRN, Samarinda : Para pedagang hewan kurban di Kota Samarinda mengeluhkan kondisi penjualan ternak jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H yang sangat sepi pembeli. Berdasarkan pantauan RRI pada H-2 Lebaran Idul Adha, hewan kurban di sejumlah lokasi penjualan masih banyak terlihat.

Menurut salah seorang Peternak di Samarinda Minarko, penjualan sapi kurban sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengakui, dampak ekonomi lesu yang diakibatkan pandemi Covid 19 turut mempengaruhi anjloknya penjualan ternak kurban.

Bukan saja Minarko sendiri, tetapi 10 peternak lain yang tergabung dalam Kelompok Peternak Lubuk Sawah Samarinda juga mengalami nasib serupa.

“Dari total 300 ekor sapi yang kami ternak, sampai sekarang yang laku baru hitungan jari”, kata Minarko kepada RRI, Rabu (29/7/2020).Selain itu, para pedagang tahun ini juga dihadapkan dengan problem kenaikan harga yang justru terjadi di tengah pandemic Covid 19. Seperti penuturan Indra Febrianto, pedagang hewan kurban musiman ini mengaku mendatangkan sapi dari Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami kenaikan harga 1 hingga 2 juta Rupiah per ekor.

"Kalau tahun lalu itu sapi harganya Rp15 juta sekarang jadi Rp17 juta. Ada juga yang dari Rp16 jadi Rp17 juta. Naik ini karena ongkos pengiriman kapal sekarang kan mahal," keluh pedagang yang setiap tahunnya menyetok 50 ekor hewan kurban ini."Tahun ini turun, sampai sekarang baru 12 ekor yang laku," kata Indra.Menyiasati banyaknya hewan kurban yang masih tersisa banyak, dua hari jelang Iduladha, Indra mengatakan hewan miliknya akan dipotong sendiri dan dijual eceran melalui pedagang daging di pasar-pasar tradisional."Daripada ngga jadi duit mending dijual ke pedagang di pasar aja," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00