UMKM Jangan Menyerah Pada Keadaan

KBRN, Sendawar: Akibat Covid-19 atau virus yang telah menjangkiti lebih dari 20 ribu penduduk Indonesia, berdampak terhadap sektor perekonomi masyarakat. Salah satunya menimpa para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Negeri ini.

Tidak sedikit, dari para pelaku usaha tersebut yang harus beralih metode bisnis, bahkan tutup karena tidak bisa memenuhi biaya oprasional. Seperti yang dialami Rismawati, pemilik usaha Oleh-Oleh Khas Daerah di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemilik usaha oleh-oleh khas Daerah dengan branding “Gula Gait Areta” tersebut mengaku, sudah menutup tokonya sejak 2 bulaan terakhir, dan mengistirahatkan karyawannya sementara waktu.

Namun karena dunia bisnis sudah menjadi pilihan, Ia harus memutar otak agar usahanya tetap jalan, dengan merubah strategi berjualan secara online menyesuaikan permintaan pasar. Meninggalkan branding usahanya sebagai penjual oleh-oleh khas Daerah untuk menarik minat konsumen.

“Kalau kita yang bergerak di UMKM ini, khususnya saya sendiri sudah meninggalkan identitas bisnis saya. Kita-kan branding toko oleh-oleh, dimana semuanya itu produk asli Kubar, nah sekarang itu kita harus merubah strategi, merubah model bisnis. Jadi gak harus aku jualan produk oleh-oleh, pokoknya menyesuaikan keinginan pasar, kayak di bulan ramadhan ini saya berjulan Kurma. Jadi apa kebutuhan pasar, itu yang aku coba,”katanya kepada RRI, Sabtu (23/5/2020).

BACA JUGA : Bisnis Oleh-Oleh Bertahan Dimasa Pandemi

Selanjutnya : UMKM Jangan Menyerah Pada Keadaan

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00