Harga Jahe di Samarinda Melonjak Tembus Angka 80 Ribu

KBRN, Samarinda: Setelah Presiden RI Joko Widodo menyatakan 2 orang WNI positif terkena virus corona atau COVID-19 pada Senin (02/03), harga barang-barang seperti masker dan antiseptik pun melambung tinggi di seluruh wilayah Indonesia, ttermasuk  di Samarinda.

namun ternyata, tidak hanya harga masker dan antiseptik saja yang mulai meroket dua pekan terakhir di Kota Samarinda, tetapi juga berbagai jenis tanaman jamu. Seperti jehe, kencur, kunyit , temulawak ,serai dan lengkuas.

karena   masyarakat percaya bahwa dengan mengkonsumsi empon-empon seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai, mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa menangkal virus corona.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang sayur dan empon-empon di pasar Inpres Samarinda Sulasmi kepada RRI Rabu pagi (11/3/2020) mengatakan, saat ini harga jahe putih Rp.40.000 perkilogramnya, sedangkan jahe merah Rp. 80.000 perkilogramnya.

 “Rp.40.000 seblumnya Rp.,30.000, kunyit sebelumnya Rp. 12.000 sekarang Rp.17.000 perkilogramnya, Kencur Rp.25.000-Rp.30.000 sekarang Rp. Sekarang Rp.50.000, Temulawak yaitu biasanya Rp.12.000-Rp.15.000 sekarang  Rp.40.000, serai biasa Rp.2000 1 ikat. Ya karena usung virus corona yaitu apa-apa naik barangnya kurang.”  Kata Sulasmi  

Menurut  Sulasmi, karena pon-pon seperti jahe, kencur dan tamulawak bisa mengantisipasi terkena virus korona, sehingga animo pembeli  jahe meningkat, yang berdampak pada berkurangnya jahe dipasaran yang menyebabkan harganya melonjak.tegasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00