Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Masih Normal

KBRN, Sendawar : Menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, harga kebutuhan pokok masih normal. Bahkan harga sejumlah komoditi pangan seperti, sayuran dan kacang-kacangan terpantau mengalami penurunan mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Kalau sayuran sekarang malah turun karena kan mulai hujan jadi tidak terlalu tergantung pasokan dari luar. Kaya lombok, bawang, tomat ini turun sekitar 5-10 ribu. Kecuali ikan laut yang naik tetapi tidak seberapa,” kata Imam pedagang pasar Maleo Baru kecamatan Barong Tongkok kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (7/12/2019).

“Minggu kemarin itu cabai masih Rp. 40.000/kg sekarang jadi Rp 30.000/kg. Biar mendekati natal tapi yang beli juga rata-rata masih sama dengan hari lain,” lanjut dia.

Kondisi yang sama juga terjadi pada pasar tradisional di Kecamatan Melak sekitar 20-an km dari ibu Kota Sendawar Kutai Barat.

“Biasanya kalau disini selalu lebih murah dari Barong. Mau sembako ikan itu dari sini ngambilnya. Kecuali sayuran kita biasa ambil di Barong. Harga juga rasanya sama aja mas, biar yang kirim dari Samarinda juga biasa aja disini,” ungkap Ayu pedagang sembako dan sayuran di pasar Olah Bebaya Melak.

“Kalau beras ukuran 5 kg sekarang rata-rata Rp 52.000. yang premium aja paling tinggi Rp 65.000 ukuran 5 kilo. Tepung, minyak gorengm gula bedanya sama distributor juga paling 2-3 ribu aja. Tidak pernah naik sampai mencekik lah,” klaim Ayu.

Para pedagang mengaku kenaikan harga sembako biasanya baru terjadi mulai H-7 jelang hari raya.

“Yang jelas kita tidak mungkin menaikan harga kalau permintaan masih normal apalagi stoknya melimpah. Sekarang kita pedagang nda bisa seenaknya naik harga. Dengan informasi lancar orang pasti cek dulu dimana lebih murah disitu dia beli. Makanya saya bilang kalau pedagang asal naik itu bisa menjebak diri sendiri karena orang nda mau beli,” tambah Umar pedagang lain di pasar Jaras kelurahan Barong Tongkok.

Sementara Itu Kepala Seksi Perdagangan dalam Negeri Disperindakop Provinsi Kaltim Feiny Deliana, ditemui RRI saat operasi pasar di halaman kantor camat Sekolaq Darat Kabupaten Kubar, Jumad (6/12/2019) mengaku fluktuasi harga pangan jelang hari raya sudah diprediksi pemerintah.

Disparitas harga kata dia lebih dialami daerah-daerah yang jauh dari pusat produksi maupun daerah pinggiran.

“Selama ini yang selalu naik itu kan daerah-daerah yang memang jauh dari ibu kota. Tetapi kalau di kota-kota besar itu lebih ke faktor tingginya permintaan baru dia naik. Tetapi pantauan kita di 10 kabupaten/kota se-Kaltim khusus harga sembako dan komoditi pangan relatif stabil,” katanya.

“Misalnya di Kutai Barat ini karena jauh dari provinsi, letak geografisnya kan jauh, jadi gejolak harga itu memang terasa tetapi tidak signifikan. Kita dari provinsi itu tetap memantau melalui aplikasi online setiap hari, kalau terjadi lonjakan dan gejolak harga maka kita akan pasok komoditi apa yang kosong supaya tidak terjadi kelangkaan,” tambah Hairil Anwar staf seksi perdagangan Disperindakop Kaltim.

“Menjelang natal ini juga harga-harga relatif normal dan biasa saja. Kalau ada kenaikan itu wajar karena tingginya permintaan,” ucapnya.

Disisi lain pemerintah provinsi maupun kabupaten kota juga terus berupaya menstabilkan harga barang melalui operasi pasar, seperti yang dilakukan jelang Natal dan Tahun Baru 2019 ini.

“Diharapkan dengan operasi pasar ini kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi menghadapi natal ini,” katanya.

Senada diungkapkan kepala Disdakop-UKM Kubar Salomon Sartono. Ia  mengaku, selain dari provinsi pihaknya juga menggelar operasi yang sama di 3 Kecamatan. Yakni Kecamatan  Bentian, Linggang Bigung dan Mook Manar Bulatn.

“Ini memang kerja sama kita dengan provinsi karena memang kita yang mengusulkan supaya diadakan di daerah kita. Khusus di Kubar ada di Kecamatan Bentian itu tiga titik yaitu di kampung Randa Empas yang mencakup 5 kampung sekitar, kemudian di kampung Jelemuk Sibak dan Dilan Putih. Untuk kecamatan Linggang Bigung sudah diselenggarakan langsung di kampung Linggang Bigung dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn di kampung Karangan,” jelas Salomon.

“Operasi pasar yang kita lakukan ini tidak dalam bentuk paket tapi masyaralat pilih sendiri barang sesuai kebutuhannya. Dan ini berlaku untuk umum karena selain umat Nasrani yang akan merayakan natal kan masyarakat lain juga menyambut tahun baru,” tutupnya.

Ia berharap kegiatan itu bisa mengurangi beban masyarakat menjelang natal dan tahun baru. Kemudian Salomon juga mengimbau pedagang dan disitributor tidak asal menaikan harga. Sebab ada pengawasan dari tim satgas pangan yang terus melakukan pemantauan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00