Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Disdakop Kubar Gelar Operasi Pasar

KBRN, Sendawar : Gas elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan beberapa minggu terakhir di wilayah kabupaten Kutai Barat. Menyikapi hal itu Dinas Perdagangan Koperasi (Disdakop-UKM) Kubar mengundang 3 agen elpiji melakukan operasi pasar dalam satu pekan terakhir.

“Kita memang ada operasi pasar dalam rangka Natal dan tahun baru di 5 kecamatan, jadi kami minta tiga agen elpiji turun bersama-sama. Mulai di kecamatan Bentian Besar, Linggang Bigung dan Mook Manaar Bultn itu PT.Mutiara Mahakam Abadi,” ujar kepala bidang perdagangan Disdakop-UKM Kubar Ambros Ndopo saat menggelar pasar murah di lapangan Rara Kuta kompleks kantor camat Barong Tongkok, Sabtu (7/12/2019).

“Kemudian dalam operasi pasar kerja sama kita dengan Disperindakop provinsi di Kecamatan Sekolaq Darat itu kita minta agen dari PT.Anggrek Kersik Luway. Lalu yang di Barong Tongkok di suplay oleh PT. Citra Rama Vasya, masing-masing sekitar 200 tabung kita siapkan,” lanjutnya.

Ambros mengaku kelangkaan gas elpiji 3 kg dipicu beberapa faktor. Mulai dari tidak aktifnya agen, lambat pengisian dan distribusi hingga dugaan kartel yang menyebabkan harga melambung tinggi.

“Makanya di operasi pasar ini kami tegaskan tidak boleh jual diatas harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 23.000 per tabung,” tegasnya.

Kepala Disdakop-UKM Kubar Salomon Sartono menambahkan pihaknya sudah menyurati seluruh agen dan mereka bersedia mengantar langsung elpiji subsidi pemerintah itu ke lokasi operasi pasar bersamaan dengan bazar murah yang digelar Disperindakop provinsi maupun Kabupaten jelang Natal dan tahun baru.

“Kemarin sempat agak langka dan kita langsung bersurat ke agen untuk segera memenuhi kebutuhan itu. Dan kita berterima kasih kepada distributor yang bersedia memenuhinya,” kata Salomon saat operasi pasar di kecamatan Sekolaq Darat jumad pagi.

“Kegiatan pasar murah ini dilakukan langsung oleh agen dan dibantu dinas perdagangan sehingga pengawasan melekat di lapangan. Jadi tidak ada lagi penambahan harga dan harus sesuai HET,” tambah dia.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, ini Tanggapan Dinas Perdagangan Kubar

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindakop Kaltim Gelar Operasi Pasar

Salomon mengaku pihaknya bersama satgas pangan akan terus mengawasi penyaluran gas 3 kg agar tepat sasaran.

Sementara pantauan RRI sabtu pagi dalam operasi pasar di lapangan Rara Kuta kompleks kantor camat Barong Tongkok, gas elpiji 3 kg yang disediakan PT. Citra Rama Vasya ludes hanya sekitar 2 jam sehingga pihak agen harus menambah stok di lapangan.

“Sabar bapak ibu nanti kita ambil lagi jadi harap antri. Sesuai peraturan satu orang hanya boleh tukar satu tabung. Kalau bawa 2 harus ada orangngnya,” ujar petugas saat mengatur puluhan pembeli yang mengantre sejak pagi.

“Tolong pak kalau beli disana (pengecer) sampai 28.000 malah ada yang jual Rp 32.000 susah sekarang pak,” keluh salah satu pembeli.

Diketahui PT.Pertamina memberikan kuota gas subsidi sekitar 120 ribu tabung per bulan untuk kabupaten Kutai Barat. Hanya saja kerap terjadi kartelan yang menyebabkan kelangkaan hingga harganya jadi melambung tinggi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00