Jaga Stabilitas Harga Jelang Natal-Tahun Baru, Disperindakop Kaltim Gelar Operasi Pasar

KBRN, Sendawar : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar operasi pasar jelang perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020.

“Ini adalah upaya kita menjaga stabiltas harga barang jelang natal dan tahun baru. Karena permintaan makin banyak sehingga harga itu melonjak. Diharapkan dengan operasi pasar ini kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi menghadapi natal ini,” jelas Kepala Seksi Perdagangan dalam Negeri Disperindakop Provinsi Kaltim Feiny Deliana, ditemui RRI saat operasi pasar di halaman kantor camat Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Jumad (6/12/2019).

Pemprov Kaltim kata dia bekerja sama dengan pemda di 10 kabupaten/Kota melakukan operasi pasar hingga jelang tahun baru. Di Kubar sendiri ada dua lokasi, yakni kecamatan Sekolaq Darat dan Barong Tongkok.

“Kalau di Kutai Barat kita laksanakan tanggal 6-7 Desember, untuk daerah lain tentu terus berjalan. Dan tidak hanya dari provinsi, di daerah juga mereka melakukan hal yang sama. Seperti sekarang ini kita kerjasama dengan dinas Perdagangan di Kutai Barat,” katanya.

Staf seksi perdagangan Hairil Anwar menambahkan dalam operasi pasar itu pihaknya menggandeng distributor bahan-bahan pokok asal Samarinda, sehingga harga jual lebih murah.

“Ada beberapa distributor yang kita ajak kerja sama yaitu Perum Bulog, PT.Madina khusus minyak goreng, PT.Indo food untuk sirup dan Indomi kemudian PT.Boga Sari untuk tepung terigu dan snack makanan ringan dari UKM kita. Sedangkan dari Kabupaten ini mereka mengundang juga agen elpiji 3 Kg yang dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) disini,” ujarnya.

Meski begitu Anwar mengaku harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di wilayah Kaltim relatif normal.

“Kalau Kutai Barat ini karena memang jauh dari Ibu Kota (Provinsi), gejolak harga itu memang terasa tetapi tidak signifikan. Karena kami selalu pantau setiap hari melalui aplikasi, sehingga kalau ada gejolak kita koordinasikan, kemudian kita akan pasok komoditi apa yang kosong supaya tidak terjadi kelangkaan,” lanjut Anwar.

Ratusan warga Sekolaq Darat dalam pantauan RRI sangat antusias dan membludak demi mendapatkan barang dengan harga murah.

“Saya beli minyak goreng harga Rp 22.000 kalau di pasar lebih mahal sampai Rp 32.000,” kata Ani.

“Ini beli beras yang 5 kilogram harganya Rp 48.000 kalau di pasar itu paling murah Rp 55.000, makanya senang ada pasar murah begini,” tambah Sity.

“Syukurlah ada yang datang begini, pokoknya masyarakat berbondong-bondong beli disini semua. Ya senang karena lebih murah,” sambung Nuryanto warga lainnya.

Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan saat memantau bazar murah itu mengaku operasi pasar tersebut adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat. Silakan manfaatkan kesempatan ini harga barangnya relatif murah karena ada subsidi dari pemerintah. Mudah-mudahan kegiatan ini jangan sekali, tetapi berkali-kali,” ungkapnya Edyanto yang langsung dijawab setuju oleh ratusan pembeli.

“Nanti di hari besar lain misalnya Idul Fitri juga kita lakukan hal yang sama. Atau misalnya ada kebanjiran perlu dilakukan pasar murah. Asal jangan diborong supaya bisa dibagi rata,” tandas Edyanto.

Kepala Disdakop-UKM Kubar Salomon Sartono mengaku, selain dari provinsi pihaknya juga menggelar operasi yang sama di 3 Kecamatan. Yakni Kecamatan  Bentian, Linggang Bigung dan Mook Manar Bulatn.

“Ini memang kerja sama kita dengan provinsi karena memang kita yang mengusulkan supaya diadakan di daerah kita. Khusus di Kubar ada di Kecamatan Bentian itu tiga titik yaitu di kampung Randa Empas yang mencakup 5 kampung sekitar, kemudian di kampung Jelemuk Sibak dan Dilan Putih. Untuk kecamatan Linggang Bigung sudah diselenggarakan langsung di kampung Linggang Bigung dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn di kampung Karangan,” jelas Salomon.

“Operasi pasar yang kita lakukan ini tidak dalam bentuk paket tapi masyaralat pilih sendiri barang sesuai kebutuhannya. Termasuk elpiji kita undang 3 agen turun sama-sama karena sempat ada kelangkaan dan sekarang dijual Rp 23.000 sesuai HET. Dan ini berlaku untuk umum karena selain umat Nasrani yang akan merayakan natal kan masyarakat lain juga menyambut tahun baru,” sambungnya.

Ia berharap kegiatan itu bisa mengurangi beban masyarakat menjelang natal dan tahun baru. Kemudian Salomon juga mengimbau pedagang dan disitributor tidak asal menaikan harga. Sebab ada pengawasan dari tim satgas pangan yang terus melakukan pemantauan.

Dalam operasi pasar tersebut disperindakop Kaltim dan Kabupaten Kubar menyediakan beragam barang kebutuhan, mulai dari beras, tepung, minyak goreng, sirup dan kebutuhan lainnya. Harga yang dijual juga rata-rata turun hingga 30 persen dari harga pasaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00