Program Kementerian ESDM, Kubar dapat 1.000 Megawatt PLTS

KBRN, Sendawar: Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Witelteram Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Syachran Eric Lenyoq mengatakan, Kutai Barat akan mendapatkan 1.000 Mengawaat (MW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerel (ESDM) RI.

Hal itu menurutnya, sejalan dengan program Enegeri Surya Nusantara Kementerian ESDM, yang saat ini dalam persiapan pemasangan ratusan ribu PLTS Atap sektor rumah tangga. Kemudian penambahan kapasitas pembangkit energi surya dan Pengembangan PLTS di area lahan bekas tambang, PLTS Terapung, PLTS Cold Storage serta PLTS Hybrid.

“Kita, Perusda melangkah kerencana besar kita yaitu di bidang energi terbarukan. Jadi Kutai Barat dapat 1.000 Megawatt PLTS di lahan tambang, Nah lahan tambang ini bisa di darat, bisa di danaunya,”Kata Eric Lenyoq kepada RRI di Kubar,”Kamis (8/10/2020).

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Witelteram Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Syachran Eric Lenyoq

“Itu Pasti ada, karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan energi yang terbarukan. Kalau 1.000 megawatt itu sangat besar, Kubar sekarang aja baru 25 megawatt. Jadi kalau itu terbangun bisa menyuplai ke Ibu kota baru nanti, ke Mahakam Ulu dan daerah lain, tergantung PLN. Karena setelah dibagun, nanti diserahkan ke-Pemda dalam hal ini Perusda, dan kita yang akan kerjasama dengan PLN,”lanjutnya

Kendati baru dalam tahap perencanaan atau mempelajari garis kondisi, namun Eric Lenyoq memastikan Kutai Barat akan mendapat jatah pengembangan PLTS di area lahan bekas tambang, karena memiliki lokasi yang sangat potensial, yakni di Eks. PT KEM Kampung Tutung Kecamatan Linggang Bigung.

“Bisa saja kita dapat 1.000 atau 500, kita belum tahu, karena pertimbangan disini yang paling potensi adalah di Eks. PT KEM. Disana ada dua danau, 450 hektare itu danau namuk, kemudian 250 hektare danau nakan. Selain itu, disana sudah ada Hybrid untuk menunjang daya listrik saat kekurangan enegri cahaya matahari dan itu potensi sampai 3 megawatt. Jadi yang paling ideal dan potensial adalah disitu, dia PLTS terapung,”pungkasnya

Di Area Bekas Tambang PT KEM Kutai Barat bisa dibuat PLTS Terapung

Untuk diketahui, program Enegery Surya Nusantara ini dilaksanakan oleh Kementerian ESDM, sebagai bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan energi sinar matahari sekaligus stimulus pemulihan ekonomi (green economy) pasca pandemi Covid-19.

Ialah pemasangan ratusan ribu PLTS Atap sektor rumah tangga, diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin atau pelanggan PLN yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Sedangkan untuk akselerasi penambahan kapasitas pembangkit yakni sebesar 2.089,4 Megawatt. Kemudian pengembangan PLTS di area lahan bekas tambang sebesar 2.300 MW, dengan rincian Bangka Belitung (1.250 MW), Kutai Barat (1.000 MW), dan Kutai Kartanegara (53 MW).

Selain itu juga akan dibangun Pembangkit PLTS Terapung dengan Kapasitas 857 MW di beberapa daerah dan PLTS Cold Storage untuk wilayah pesisir atau kluster ekonomi maritim, serta terakhir Pengembangan PLTS Hybrid di Wilayah 3T, khusus Indonesia Bagian Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00