Umat Katolik Mulai Melaksanakan Ibadah di Gereja

KBRN, Sendawar : Umat Katolik di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), khususnya Jemaat dilingkungan Gereja  Katolik St. Thomas Aquinas, mulai melaksanakan Ibadah di Gereja, Setelah Kurang lebih 7 bulan menjalani ibadah secara virtual akibat Pandemi Covid-19.

Jemaat yang datang mengikuti ibadah wajib mentaati dan menerapkan protokol kesehatan, mulai menggunakan masker, melewati pemeriksaan suhu tubuh di depan pintu gerbang gereja, mencuci tangan sebelum masuk dan menjaga jarak sesuai jarak pembatas yang telah ditentukan pengurus gereja.

Vikep Kutai Barat, Keuskupan Agung Samarinda, Pastor Sam Anyeq PR, kepada RRI Sendawar, Minggu (20/9/2020) mengatakan, tata cara pelaksanaan ibadah dalam tatanan kehidupan baru dimasa pandemi Covid-19 ini berbeda dari sebelumnya, bahkan dari segi waktu-pun dipersingkat, guna menghindari perkumpulan masa yang terlalu lama.

Vikep Kutai Barat - Keuskupan Agung Samarinda Pastor Sam Anyeq PR

“Yang paling substansial itu tidak ditiadakan, tapi yang tambahan-tambahan itu, kita kurangkan. Contoh sederhananya lagu, biasanya kalau lagu dalam ibadah itu sampai empat ayat, sekarang hanya satu ayat saja. Nah saya lihat tadi, persis satu jam selesai,”katanya

Baca Juga : DPR-RI, Protokol Kesehatan di Gereja ST. Thomas Aquinas Berjalan Baik

“Kemudian persebahan, jadi sebelum umat mencuci tangan dia terlebih dahulu mempersembahkan persembahan atau kolekte, kalau sebelumnyakan kolekte ini dipertengahan ibadah, sekarang lebih awal. Makanyakan tidak ada yang membawa persebahan itu, biasanyakan di bawa kedepan alatar. Selanjutnya saya sendiri, biasanya saya didampingi pembantu atau misdinar, nah sekarang itu ditiadakan,”lanjut Pastor Sam

Untuk pelaksanaan Ibadah selanjutnya, tambah Pastor Sam, akan di evaluasi terlebih dahulu, mulai dari kepatuhan jemaat dalam menjalankan protokol kesehatan, hingga kesiapan mental dari jemaat sendiri.

Salah Satu Protokol Kesehatan yang wajib dipatuhi Umat sebelum mengikuti perayaan Ibadah

“Ini akan kita evaluasi, nah setelah evaluasi nanti akan kami beri tahu secara virtual atau melalui media sosial kepada umat yang mau hadir. Pelaksanaan ibadah disini sebagai “uji coba” karena akan dievaluasi. Ternyata kalau saya lihat tadi sudah berjalan sesuai harapan”tambahnya

Lebih lanjut Pastor Sam mengatakan, dari segi jumlah kapasitas jemaat baik di dalam maupun luar gereja, sesuai dengan penerapan jarak aman yang telah diberlakukan, berkisar 300 orang.

Maka itu Ia menghimbau kepada umat katolik di Kabupaten Kutai Barat, agar meningkatkan kesadaran tentang protokol kesehatan, terutama yang ingin mengikuti ibadah. Bagi umat yang sedang sakit, lanjut usia dan anak-anak tidak dianjurkan ke-gereja, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00