Pesawat ATR-72 NAM Air Belum Direkomendasikan Terbang di Kubar

KBRN, Sendawar : Pesawat ATR-72 milik maskapai penerbangan NAM Air yang direncanakan mendarat sekaligus melakukan penerbangan perdana di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Jumat (7/8/2020) terpaksa dibatalkan.

Kepala UPBU Bandara Melalan Kubar, Sumaryanto mengataka,  pembatalan karena pesawat ATR-72 belum mendapat persetujuan terbang atau Flight Approval (FA ) dari Dirjen Perhubungan Udara (DPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Dari tanggal 3 Agustus kemarin, kita sudah mengeluarkan slot time kepada ATR-72, yang seyogyanya digunakan untuk lampiran permohonan persetujuan terbang atau FA tersebut. Akan tetapi NAM Air baru menyampaikan slot time itu ke direktorat angkutan udara kemarin sore, sehingga sampai saat ini FA-nya belum bisa keluar,”kata Sumaryanto kepada Wartawan di Kubar.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengurus permohonan persetujuan terbang ini seharusnya membutuhkan waktu lama, karena masih ada prosedur yang harus dilakukan oleh Direktorat Angkutan Udara atau Dirjen Perhubungan Udara, mengingat NAM Air menerbangi rute baru.

“Karena NAM Air ini menerbangi rute baru, harusnya memerlukan waktu lama untuk mengurus permohonan FA-nya. Karena setelah permohonan FA itu disampaikan, mungkin perlu ada kajian dari direktorat angkutan udara atau DPU-nya,”lanjut Sumaryanto

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Melalan Kutai Barat - Sumaryanto

Terkait persetujuan terbang tersebut, Sumaryanto mengaku, berdasarkan informasi yang diterima dari DPU Kemenhub RI, bahwa ATR-72 milik NAM Air yang merupakan bagian dari Sriwijaya Group itu, tidak direkomendasikan untuk melakukan penerbangan di Bandara Melalan, karena landas pacu dari bandara tersebut hanya bisa diterbangi oleh Pesawat jenis ATR-42.

“Mengacu dengan apa yang saya koordinasikan tadi dengan DPU, bahwa untuk sementara DPU tidak memberikan rekomendasi kepada ATR-72,”ungkapnya

Bahkan menurutnya, ada kemungkinan pihak Bandara akan mencari maskapai penerbangan lain yang memiliki armada sesuai dengan kondisi landas pacu Bandara Melalan Kutai Barat.

“Karena landas pacu kita ini hanya bisa diterbangi oleh ATR-42, kemungkinan begitu, karena NAM Air tidak ada ATR-42. Mungkin nanti diusahakan ATR-42 dari maskapai lain,”pungkasnya.

Hingga saat ini, Pihak Bandara Melalan Kubar tinggal menunggu hasil tindaklanjut dari Maskapai penerbangan NAM Air untuk melakukan komunikasi terkait permohonan persetujuan terbang tersebut dengan DPU Kemenhub RI.

Perwakilan Maskapai Penerbangan NAM Air di Kutai Barat - Julianto Anggi

Berkiatan hal itu, Julianto Anggi selaku Perwakilan NAM Air di Kutai Barat belum bisa memastikan kapan pesawat ATR-72 itu bisa melayani penerbangan di Bandara Melalan karena harus dikomunikasikan dengan manajemen pusat.

“Inikan prosesnya baru cancel, jadi masih dalam proses koordinasi dengan manajemen pusat, seperti apa kedepannya. Kita berharap bisa melakukan penerbangan, tapi belum bisa dipastikan sekarang, karena harus koordinasi dulu dengan manajemen,”kata dia

Ia menyebutkan, sesuai analisis yang dilakukan pihak manajemen NAM Air di Bandara Melalan Kubar, direncanakan untuk jumlah penumpang penerbangan pesawat ATR-72 hanya 70 persen atau 50 penumpang dari total kapasitas penumpang pesawat sebanyak 70 orang.

Sementara jadwal penerbangan sesuai slot time atau waktu kedatangan dan keberangkatan yang diterima dari Bandara Melalan Kubar, sebanyak tiga kali pulang pergi dalam seminggu, dengan rute Kubar-Samarinda, yakni di hari Senin, Rabu dan Jum’at.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00