Bandara Melalan Tidak Melayani Angkutan Lebaran 2020

“Dalam hal ini adalah penerbangan logistik yang membantu penanganan Covid, kalau penerbangan yang sifatnya umum belum bisa. Karena sesuai SE Tim Gugus Covid-19 ada pengecualian, siapa-siapa yang dapat melakukan penerbangan. Sesuai edaran tersebut adalag bagi orang yang bekerja pada lembaga Pemerintah atau Swasta, orang yang menyelenggarakan pelayanan percepatan Covid-19, Pelayanan pertahanan dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar dan orang yang menyelenggarakan pelayanan fungsi ekonomi yang penting,”tagasnya.

Selain itu, masyarakat yang mendapat pengecualian juga yakni, bagi pasien yang membutuhkan  pelayanan kesehatan darurat, termasuk bagi orang yang anggota keluarganya, seperti Orang Tua, Suami, Istri, Anak, dan Saudara Kandung sedang sakit keras atau meninggal dunia.

Posko Terpadu Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang di Bandara Melalan Kubar

“Walaupun demikian mereka harus memenuhi ketentuan-ketentuan lainnya untuk bisa melakukan penerbangan. Yang jelas, salah satunya adalah surat keterangan sehat, bebas dari COVID-19,”tandas Sumaryanto.

Ia menambahkan, armada yang aktif melakukan penerbangan di Bandara Melalan, sebelum pandemi ini terjadi hanya pesawat printis (Susi Air) melayani rute Samarinda – Datah Dawai – Kutai Barat, Pulang Pergi (PP). Sedangkan untuk pesawat reguler rute Samarinda - Kubar, dan Kubar – Balikpapan sudah tidak ada penerbangan dikarenakan armadanya (Express Air) berhenti beroprasi sejak bulan maret lalu.

Untuk diketahui, Kebijakan Pemerintah sesuai Permenhub Nomor 25 tahun 2020, Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H, akan berakhir tanggal 31 Mei 2020. Sedangkan Kebijakan terkait Surat Edaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, akan berakhir tanggal 7 Juni 2020 mendatang

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00