Akibat Corona, Sensus Penduduk Dilaksanakan Secara Online

KBRN, Sendawar: Pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 dipastikan tidak optimal akibat wabah Virus Corona atau COVI-19. Sejalan dengan instruksi Pemerintah, salah satunya terkait penerapan Physical Distancing atau menjaga jarak fisik, guna memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Widiyantono kepada RRI Sendawar, Rabu (13/5/2020) mengatakan, untuk pelayanan sensus penduduk saat ini sudah tidak dilakukan lagi dengan pola tatap muka atau wawancara langsung, namun lebih kepada pola sensus penduduk secara online.

“Awalnyakan dibuat SP Online dan SP Wawancara. Nah karena adanya Pandemi ini, dan juga mengikuti instruksi Pemerintah bahwa kita harus melakukan Physical Distancing maka untuk skenario SP wawancaranya kemungkinan akan ditiadakan atau ditunda dulu sampai tahun depan, kemungkinan seperti itu. Jadi sekarang yang digalakkan adalah SP Onlinenya, nah itu sudah diperpanjang sampai bulan Mei ini, awalnyakan mulai pertengahan Februari sampai 31 Maret, kemudian di perpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 ini,”katanya.

Terkait penerapan sensus penduduk secara online tersebut lanjut Widi, setiap daerah tentu mempunyai karakteristik tersendiri. Khusus di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih menjadi tanggung jawab BPS Kubar, pola ini tentu tidak bisa menjangkau keseluruhan penduduk.

Akibatnya tingkat partisipasi sensus penduduk online di dua Kabupaten ini masih tergolong rendah, meskipun memang target partisipasi sudah terpenuhi.

“Ya memang dengan kondisi wilayah kita inikan tidak semua wilayah terjangkau sinyal, kemudia tidak semua penduduk melek teknologi dan tidak semua rumah tangga ataupun penduduk itu perangkatnya memungkinan untuk ikut berpartisipasi dalam SP online ini. Sehingga partisipasi SP online untuk Kutai Barat dan Mahakam Ulu sendiri itu masih sangat rendah menurut kami, tetapi sebenarnya kalau dari target sesuai pergerakannya itu, perkiraan kami masih lumayan,”lanjutnya.

Ia menyebutkan, BPS Kutai Barat menetapkan target partisipasi Sensus Penduduk Online sebesar 2 persen dari jumlah penduduk berdasarkan hasil proyeksi BPS RI. Dengan target sasaran kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Kaum Milenial setingkat Pelajar dan Mahasiswa.

Perkembangannya samapai saat ini, untuk target pastisipasi Sensus Penduduk Online di Kabupaten Kutai Barat yakni 3,77 persen dari jumlah penduduk 163.142 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Mahakam Ulu baru mencapai 1,86 persen dari total penduduk sebanyak 26.375 jiwa.

Seperti diketahui, BPS memperpanjang masa Sensus Penduduk Online ini hingga tanggal 29 Mei 2020. Masyarakat bisa berpartisipasi dengan mengakses situs resmi BPS di www.sensus.bps.go.id.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00