BNPB Perpanjangan Masa Darurat Corona, Warga Kutai Barat Tetap Siaga

KBRN, Sendawar: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang status keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus Corona.Berlaku selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar Yacob Tullur kepada RRI Sendawar, Kamis (19/3/2020) mengatakan, keputusan itu sangat dihargai melihat kondisi yang terjadi pada beberapa Daerah di Indonesia saat ini.

Namun demikian, untuk di Kutai Barat lanjutnya, belum ada penetapan status keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus Corona atau hanya sebatas Edaran dari Kepala Daerah agar seluruh elemen masyarakat tetap siaga.

“Untuk menentukan status KLB disuatu Daerah itu tentu ada standarnya, misalnya sudah terpapar maka kepala daerah akan mengeluarkan status tersebut. Nah setelah itu barulah pemerintah daerah menindaklanjuti apa-apa yang harus dibuat. Sementara sifatnya siaga ini, kita membuat edaran. Pak Gubernur membuat edaran kemudian ditindak lanjuti oleh pak Bupati. Jadi yang sudah dilakukan sekarang berdasarkan edaran itu adalah, meliburkan anak sekolah dengan system belajar di rumah, kalau untuk kegiatan kantor masih aktif seperti biasa, hanya memang ada beberapa hal yang kita kurangi seperti melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, termasuk yang biasanya kita salaman saat bertemu kita hindari dulu. Nah itu salah satu cara kita dalam kondisi siaga seperti ini,”lanjutnya

Maka itu Yacob Tullur menghimbau kepada masyarakat agar menjaga diri masing-masing, perbanyak istirahan, mengurangi aktifitas yang kurang penting diluar rumah dan yang terpenting senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Edaran Nomor: 440/1170/Dinkes-Sekretariat/III/2020 tentang tindak lanjut pencegahan penyebaran Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) Kabupaten Kutai Barat, bahwa terdapat 19 Poin Himbauan kepada Masyarakat umum, diantaranya meniadakan atau membatasi kegiatan keramaian, hiburan dan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Menunda dan membatasi perjalanan keluar daerah, keluar rumah dan tempat wisata, kecuali yang mendesak dan sangat penting. Hindari berjabat tangan atau menggunakan salam lain misalnya mendekapkan kedua tangan di dada.

Selain itu, ada juga 12 poin himbauan upaya pencegahan penularan covid-19 di tempat kerja diantaranya, menjaga aera kerja dan fasilitas bersama agar tetap bersih, menyediakan akses sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitaizer. Serta menyediakan tisu dan masker bagi tamu pengunjung yang memiliki gejala pilek atau batuk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00