Cegah Covid-19, Disdikbud Kubar Keluarkan Edaran Peserta Didik Belajar di Rumah Selama 16 Hari

KBRN, Sendawar: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluarkan surat edaran terkait pencegahan Virus Corona atau Covid-19, pada satuan Pendidikan mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK), Sekolah Dasar (SD/MI) hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP/MTs) di Wilayah tersebut, melalui konfrensi pers yang digelar, diruang rapat kantor Disdikbut Kubar, setelah mengikuti rapat Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kubar, Senin (16/3/2020) sore.

Pola pencehagan berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Disdikbud Kutai Barat Nomor 420/239/UM/-PPD/DPK-II/III/2020 tersebut menginstruksikan agar para Peserta Didik belajar di Rumah selama 16 hari kedepan.

Kadisdikbud Kubar Silvanus Ngampun didampingi Sekretaris dan sejumlah Kabid mengatakan, edaran ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Mendikbud RI nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan Virus Corona pada satuan pendidikan dan Himbauan dari PB PGRI kepada Guru dan Orang Tua belum lama ini.

“Yang mau saya garisbawahi disini, anak-anak itu bukan liburan, karena sekarang ini mereka tidak libur, masih belajar. Tapi proses belajarnya dari sekolah dipindah ke rumah, untuk mencegah interaksi atau kontak antar siswa supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan berkaitan dengan virus corona ini. Intinya kita mencoba memutus rantai penyebaran virus tersebut. Kalau di Daerah lain 14 hari, kami membuat lebih 16 hari karena masa inkubasi virus corona ini sekitar 14 hari, jadi kita buat lebih. Sehingga para siswa ini jangan berpikir ini adalah waktu untuk main-main. Nah, kalau guru-guru tetap masuk untuk memandu anak-anak didik ini belajar di rumah,”katanya

Mengenai pola belajar para peserta didik di Rumah, lanjut Ngampun bisa dilakukan secara online melalui Grup WhatsApp Kelas atau Sekolah, Laman belajar.kemendigbud.go.id (versi website) dan Laman ruangguru.onelink.me/blpk/efe72b2e(versi android), atau secara offline yang ditentukan pihak sekolah berdasarkan kondisi di Wilayah masing-masing.

Maka itu, diharapkan peran aktif orang tua dalam membimbing anak-anaknya sehingga waktu untuk belajar di rumah bisa dimenfaatkan dengan baik dan berjalan sesuai harapan.

“Jadi ada yang online ada yang offline. Nah yang offline ini sekolah yang tentukan seperti apa mereka membantu siswa-siswinya untuk belajar dirumah, sehingga proses belajar tepat berjalan supaya mereka tidak tertinggal. Inikan kondisnya kondisi khusus, kita tidak bisa membuat proses belajarnya sama dengan kondisi yang tidak darurat, makanya diupayakan semaksimal mungkin kita bisa memenuhi kebutuhan belajar mereka. Jadi disinilah peran orang tua itu sangat penting, karena tanggung jawab pelajar ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi orang tua juga harus bertanggung jawab supaya semua berjalan baik,”harapnya

Seperti dibacakan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kubar Yacobus Yamon, ada 10 poin penting yang tertuang dalam surat edaran tersebut, yakni:

1.Satuan Pendidikan Jenjang PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs melakukan kegiatan pembelajaran dirumah mulai tanggal 17 Maret sampai 4 April 2020.

2.Pada tanggal 17 Maret para siswa-siswi tetap masuk untuk mendengarkan penjelasan proses belajar dirumah oleh guru, setelah itu langsung dipulangkan ke-rumah masing-masing.

3.Bagi Siswa/i kelas IX SMP/MTs aktif kembali tanggal 4 April 2020 untuk persiapan Ujian Sekolah (US) dan Siswa-Siswi kelas VII dan VIII SMP/MTs aktif kembali tanggal 14 April 2020 setelah US.

4.Ujian Sekolah dan Ujian Nasional (UN) tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

5.Untuk PAUD/TK dan SD/MI aktif kembali tanggal 6 April 2020.

6.Guru dan Tenaga Kependidikan tetap hadir di Sekolah dan Memandu proses pembelajaran baik secara online maupun ofline.

7.Orang tua memastikan putra/putrinya untuk tetap berada dirmah dan mendamping atau mengawasi saat ada keperluan diluar serta menghindari tempat keramaian.

8.Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata, perpisahan).

9.Menjaga kesehatan dan sering mencuci tangan pakai sabun atau alat pemberish lainnya dan membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan

10.Sekolah berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan penyemprotan desinfektan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00