Wakil Ketua Komisi X DPR RI : Selama Pandemi, Perpustakaan Jadi Pusat Inklusi Sosial Masyarakat

KBRN, Samarinda : UNESCO menyebutkan Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang artinya minat baca orang Indonesia masih sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% yang berarti dari 1,000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca.

Fenomena rendahnya literasi masyarakat Indonesia dibantah langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando dalam kunjungannya ke Kota Samarinda Senin (23/11/2020) Hari ini.

Dalam Pertemuan Literasi yang berlangsung di Gedung Pustaka Utama Perpustakaan Kaltim di kawasan Juanda Samarinda, Syarif dihadapan ratusan komunitas penggiat literasi menyatakan peringkat Indonesia yang sebelumnya menempati posisi ke 60 dari 61 Negara di Dunia saat sekarang melesat jauh dan berada di peringkat ke 16.

“Hari ini baru dirilis, Indonesia naik peringkat literasi dunia. Kita ada di peringkat 16 dengan rata-rata lama masyarakat membaca adalah 6 jam per minggu”, kata Syarif kepada Radio Republik Indonesia.

Turut hadir dalam Pertemuan Literasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Syaifudian yang menilai selama masa Pandemi Covid 19 keberadaan perpustakaan memegang peranan penting bukan hanya menyediakan bahan bacaan melainkan menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi masyarakat.

“Perpustakaan sekarang menjadi pusat inklusi sosial jadi kalau orang perlu informasi bagaimana mereka mau mulai alih profesi, atau mau mulai usaha atau mau belajar sesuatu yang baru. Perpus lah tempatnya. Jadi Perpustakaan bukan sekedar tempat memajang buku tapi sumber ilmu yang luas”, kata Politisi Senior Golkar itu.

Pertemuan Literasi dihadiri 120 orang peserta dari berbagai komunitas penggiat literasi serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 10 Kabupaten/Kota se Kaltim. Acara dibuka Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Keamanan Setda Provinsi Kaltim Wahyu Widi Heranata mewakili Gubernur. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum bagi Kaltim dalam mengoptimalkan fungsi Perpustakaan dalam menunjang pembangunan daerah.

“Literasi ternyata bukan soal membaca saja. Hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Pemda Provinsi Kaltim dan juga Kabupaten/Kota yang hadir. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih memanfaatkan fungsi Perpustakaan. Jangan sampai Daerah kaya tapi Kita enggak tahu apa-apa”, ungkap Wahyu Widi Heranata.   

Agenda yang merupakan program kerjasama Perpusnas RI dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian ini diisi dengan talkshow dengan menghadirkan narasumber lain yakni Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca GPMB Kaltim Syafrudin Pernyata serta Penggiat Komunitas Baca Ras Dengar dari Jakarta Nor Islafatun. Talkshow diwarnai interaksi aktif dari para peserta serta diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bantuan buku bagi masyarakat di wilayah pinggiran dan pedalaman di Kaltim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00