Pandemi Covid 19, Dishub Samarinda Tetap Gelar Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan

KBRN, Samarinda : Dinas Perhubungan Kota Samarinda baru saja menggelar pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Tahun 2020. Program rutin dari Kementerian Perhubungan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah mengurangi angka kecelakaan yang seringkali melibatkan pelajar.

Digelar ditengah situasi pandemic Covid 19, proses pemilihan terpaksa dilakukan dengan cara berbeda yakni secara online. Kepala Seksi Keselamatan Jalan pada Dinas Perhubungan Kota Samarinda Muhammad Zulsyam Khaidier AH kepada RRI mengatakan tahapan seleksi digelar sejak bulan April seluruhnya dilakukan secara daring.

“Dari proses seleksi kita lakukan online, upload karya mereka juga online. Bahkan ini baru pertama kali Kami bertemu langsung para pemenang”, kata Zul usai mengisi Dialog di RRI Samarinda Sabtu (4/7/2020).

Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Tahun 2020 diikuti 27 peserta dari 4 Sekolah di Samarinda. Hanya ada satu juara untuk masing-masing kategori yakni Desta Ramadita dari SMA Negeri 11 Samarinda yang memenangi Kategori Design Brosur, Rezky Indra Saputra yang juga datang dari SMA Negeri 11 menjuarai Kategori Design Plakat serta Ahmad Syifa dari MAN 1 Samarinda yang menjadi pemenang di Kategori Karya Ilmiah. Kasi Keselamatan Jalan Dishub Samarinda Muhammad Zulsyam Khaidier AH mengatakan para pemenang nantinya akan menjadi duta keselamatan yang membantu sosialisasi kepada para pelajar lain di Kota Tepian.

“Kami juga mendukung para pemenang untuk mempublikasikan karya mereka misalnya Desta yang memenangi desain brosur katanya mau menyebarluaskan brosur hasil desainnya ke media sosial. Begitu juga Syifa, Kami akan fasilitasi untuk bertemu Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata untuk menyampaikan idenya membuat helm pengukur suhu badan yang memudahkan ojek online mendeteksi suhu tubuh penumpangnya”, tambah Zul.

Sedianya, para pemenang akan mengikuti seleksi lanjutan ke tingkat Provinsi dan Nasional tetapi hingga kini Dishub Kota Samarinda belum menerima informasi baik di tingkat Provinsi maupun Kementerian terkait kepastian pelaksanaan seleksi tahap lanjutan yang masih mempertimbangkan kondisi pandemic. Namun pihaknya siap memberikan pendampingan kepada para pemenang mengikuti seleksi di tingkat Provinsi dan Nasional.

“Saya kan belajar desain menggunakan aplikasi ini secara otodidak tidak ada yang mengajari jadi perlu sekali ada mentor atau guru yang mengajari ilmu dan teknik desain supaya lebih bagus”, harap Desta yang merupakan siswa tingkat akhir di SMAN 11 Samarinda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00