Media Siber di Indonesia Tumbuh Subur, Ketum JMSI Ingatkan Beda Produk Jurnalistik dengan Status Medsos

Ketum JMSI Teguh Santosa.jpg

KBRN, Samarinda : "Dari data Kominfo Tahun 2017 saja jumlah media siber di Indonesia tercatat sebanyak 43 ribu website yang terpantau melakukan aktivitas diseminasi atau penyebaran berita. Dari jumlah itu tidak semuanya terverifikasi sebagai media massa yang profesional," pernyataan ini meluncur dari Ketua Umum Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Timur, Pekan ini.

Bila Kominfo RI mencatat ada 43 ribu media siber di tahun 2017 silam maka Dewan Pers dalam rilis terbaru menyebut jumlah kanal berita online bertambah menjadi lebih dari 50 ribu situs.

"Kurang lebih 50 ribu media siber sehingga jumlah yang sangat banyak ini harus diakui bila tidak mendapatkan pengawasan dari Dewan Pers maupun masyarakat bisa saja berpeluang menjadi media yang tidak berintegritas, berita cenderung provokatif, memihak dan lebih bahaya lagi kalau jadi media penyebar hoaks," tegas Charles Siahaan, Ketua Jurnalis Anti Hoaks Kaltim yang sekaligus Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kaltim ketia menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Samarinda baru-baru ini 

Senada, Ketua Umum Pengurus JMSI Tegus Santosa kepada RRI mengatakan fenomena menjamurnya kanal berita online menjadi wujud kebebasan pers di indonesia. Tetapi di sisi lain, penyebar-luasan informasi yang begitu cepat justru rentan menciptakan hoaks atau berita bohong.

Menurut Teguh hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi asosiasi kewartawanan khusus media siber yang telah terbentuk dan diakui Dewan Pers seperti JMSI, AMSI, maupun Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

"Ini juga menjadi salah satu misi mulia JMSI ya bagaimana kami mendorong anggota dapat mematuhi kode etik jurnalistik dalam setiap karyanya. Sekarang kan Dewan Pers sedang mengkaji mana yang termasuk berita online kategori jurnalistik dan yang non jurnalistik agar bisa diketahui bahwa media siber berbeda dari sekedar menulis caption distatus medsos," ungkapnya.

Hingga kini JMSI sendiri lanjut Teguh Santosa telah memiliki lebih dari seribu anggota dengan kepengurusan yang telah terbentuk di 32 Provinsi selain Kalimantan Utara dan Papua Barat.

Dari jumlah itu diakuinya belum semua wartawan yang mengantongi sertifikat kompetensi sehingga di tahun ini  target JMSI ialah mengikutsertakan jurnalis di bawah naungan JMSI untuk ikut dalam uji komptensi wartawan yang digelar terlebih JMSI saat ini telah menjadi konstituen resmi Dewan Pers.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar