Disdikbud Samarinda Masih Lanjutkan PTM Dengan Prokes Ketat

Kadisdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Rendy)

KBRN, Samarinda: Setelah dilanda wabah pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, kini awal Mei 2022 Indonesia kembali dihantui rasa cemas semenjak masuknya gejala hepatitis, dan bahkan sudah merambah ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam menghadapi hal tersebut, tentu saja pemerintah tidak tinggal diam dan selalu menghimbaukan kepada masyarakat untuk tidak panik atas berbagai informasi yang beredar.

Gejala hepatitis seringkali menyertai anak-anak oleh karenanya seluruh orang tua mulai ekstra waspada terhadap pola aktivitas anaknya baik didalam rumah maupun sekolah. Pasalnya Pembelajaan Tatap Muka (PTM) 100 persen sudah mulai dijalankan sejak April lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, bahwa saat ini belum ada siswa yang terkonfirmasi gejala tersebut, sehingga PTM terus berjalan seperti biasa dan pihaknya menunggu instruksi dari Walikota Samarinda.

"Kita tetap jalankan, karena instruksi dari Pemkot juga belum ada. Kita menunggu saja nanti dari Dinas Kesehatan seperti apa, dari gugus juga tapi sampai sekarang kita masih seperti biasa belajarnya," terang Asli.

Untuk mengantisipasi penyakit ini, Asli terus memberikan himbauan kepada seluruh sekolah untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Dan ia berharap hepatitis tidak sampai terjangkit oleh peserta didiknya karena seluruh peserta didik telah dibekali anti body sejak kecil.

"Prokes tetap menjadi perhatian utama kita, kita lihat sampai sejauh mana, karena anak-anak sudah di vaksin dan sudah 90 persen lebih termasuk guru-gurunya," Imbuhnya.

Saat ini PTM masih tetap dilangsungkan seperti semula sampai mendapati perkembangan lebih lanjut.

Memasuki akhir tahun pembelajaran, Asli mengatakan nantinya siswa akan libur panjang dan aktivitas di sekolah pun tidak terlalu banyak.

"Sementara kita seperti biasa tapi kita menunggu perkembangan lebih lanjut. Yang penting sekolah tetap optimalkan prokes dan kebersihan lingkungan," Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar