Mengenal Soewardi Soerjaningrat Sebagai Salah Satu Tokoh Harkitnas

KBRN, Samarinda: Hari Kebangkitan Nasional selalu diperingati setiap tanggal 20 Mei oleh masyarakat Indonesia. Kenapa? karena di tanggal 20 Mei 1908 lahir sebuah organisasi bernama Boedi Oetomo. Boedi Oetomo dibentuk oleh dr Soetomo dan para mahasiswa STOVIA lainnya. Organisasi ini merupakan organisasi modern pertama di Tanah Air yang menanamkan rasa nasionalisme.

Sementara tercetusnya Harkitnas dilatarbelakangi oleh kecemasan Soekarno yang menilai bahwa Republik Indonesia membutuhkan pemersatu bangsa untuk bangkit melawan penjajah.

Melansir dari cnnindonesia.com, salah satu tokoh Hari Kebangkitan Nasional yang berperan penting dalam membangkitkan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah yaitu Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara.

Soewardi adalah aktivis penggerak kemerdekaan Indonesia, politisi kebudayaan, sekaligus pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dan pendiri Taman Siswa di Yogyakarta. Sebelumnya, Soewardi pernah bekerja sebagai penulis dan wartawan surat kabar. Ia juga sempat pindah tugas ke Bandung bersama Douwes Dekker di De Express sebagai editor.

Salah satu tulisannya yang paling populer berjudul Als ik eens Nederlander was yang berarti Seandainya Saya Orang Belanda,pada tahun 1913 sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Hindia Belanda yang merayakan 100 tahun bebasnya Belanda dari Jajahan Inggris, namun melakukan perayaan tersebut di tanah jajahannya, Hindia Belanda.

Artikel berbahasa belanda itu kemudian diterjemahkan oleh Soewardi ke bahasa Melayu sehingga banyak orang pribumi memahami apa substansi yang disampaikan. Dianggap berbahaya, Soewardi pun diasingkan keluar dari Hindia Belanda ke Belanda selama 5 tahun.

Sejak berdirinya Boedi Oetomo, Soewardi aktif menyosialisasikan membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar