FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

5 Sekolah di Yayasan Bunga Kasih Bangsa Kubar Serentak Gelar Pelepasan Siswa

KBRN, Sendawar: Sebanyak 5 Sekolah di bawah naungan Yayasan Bunga Kasih Bangsa Kutai Barat (Kubar) serentak melakukan acara Pelepasan atau Wisuda Siswa, Kamis (17/6/2021).

Masing-masing yakni, TK Bunga Kasih (TK), Paud Pelangi kasih, dan Paud Harapan Bangsa, dipusatkan di Resto Rigeng, Taman Budaya Sendawar (TBS) Kubar.

Kemudian, Paud Cahaya kasih, dan Paud Kasih Abadi, melaksanakan Wisuda secara mandiri, masing-masing di Kampung Abit dan Kampung Muara Tokong.

Ketua Yayasan Bunga Kasih Bangsa Kutai Barat, Ita Yohani Rampan mengatakan, lulusan tahun ini merupakan angkatan ke-13, dengan total siswa lebih dari 50 orang.

"Kalau yang di Resto Ringeng hari ini ada sekitar 36 orang dari tiga sekolah, dari TK Bunga Kasih ada 14, Paud Harapan Bangsa ada 16, dan Pelangi Kasih ada 6 orang Siswa. Selebihnya ada di dua sekolah yang melaksanakan wisuda mandiri,"katanya

Mengingat saat ini dalam suasana Pandemi Covid-19, lanjut Ita, kegiatan pelepasan siswa inipun berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

Ia berharap, anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan, baik di TK maupun PAUD dibawah Yayasan Bunga Kasih Bangsa Kubar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tetap semangat dan bisa menjadi berkat bagi orang banyak.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Pemerintah Kecamatan Barong Tongkok, Tancen mengapresiasi pihak Yayasan yang sudah berupaya mengobati kerinduan anak-anak bertatap muka langsung setelah lebih dari satu tahun terakhir belajar secara daring. Namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Ya harapan saya, agar semua sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi pada tahun ajaran baru nanti, ada rencana dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, yang artinya pihak sekolah harus benar-benar bisa mempersiapkan itu semua,"ungkap Tancen

Minimal lanjutnya, Sekolah menyiapkan sarana tempat cuci tangan, mengatur waktu belajar dan jarak duduk siswa, membatasi jumlah siswa dalam kelas, dan guru yang mengajar telah menjalani vaksin Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00