Ternyata Ini Yang Membuat Bupati Kubar Sampai Menangis Saat Melepas Vino ke Sragen

KBRN, Sendawar : Bupati Kutai Barat FX.Yapan sempat menitikan air mata saat melepas Alviano Dava Raharjo kembali ke Sragen Jawa Tengah.

Bukan tanpa alasan orang nomor satu di Kubar ini sampai menangis melepas bocah 9 tahun itu.

“Ya namanya manusia pastilah, saya lihat Vino ini betul-betul aduh, saya nda bisa bayangkan kalau saya yang begitu. Itu yang saya tidak bisa (menahan rasa sedih) hampir tidak bisa bicara,” kata FX Yapan usai menggelar upacara pelepasan Vino di lobi utama kantor bupati Kubar Minggu (1/8/2021).

Yapan sempat terbata-bata mengucapkan kata-kata dalam acara pelepasan yang turut dihadiri wakil bupati Edyanto Arkan, pejabat utama TNI-Polri dan sejumlah pimpinan SKP pemkab Kubar.

BACA JUGA:

Bupati Kubar FX.Yapan Menangis Saat Lepas Vino Kembali ke Sragen

Alasan utama dirinya sampai menangis karena tak sanggup melihat Vino harus berjuang tanpa kedua orang tuanya yang meninggal bersamaan akibat terkena virus corona.

“Melihat wajahnya masih anak-anak belum mengerti tetapi saya bersyukur dia tegar. Dia bisa menerima kondisi yang ada,” ujar Yapan sambil menatap Vino yang berdiri tepat disampingnya.

Selain itu mantan ketua DPRD Kubar ini teringat akan pertanyaan Vino kepada keluarganya usai ayah dan ibunya meninggal pada 19 dan 20 Juli lalu.

“Dan dia pernah ngomong sama pakdenya. Kenapa kok ayah ibu terlalu cepat meninggalkan Vino. Vino masih muda. Itu yang aduh menyentuh hati kita semua. Saya kira bukan saya yang jadi sedih, semua kita.

Jadi itu yang membuat saya merasa (sedih). Seorang anak yang belum ngerti dia butuh bimbingan, dia butuh kasih sayang orang tua dia butuh semua (tapi harus kehilangan) akibat meninggalnya kedua orang tua,” ungkap politikus PDI Perjuangan itu.

BACA JUGA:

Hidup Sebatang Kara, Vino: Kenapa Bapak Mama Cepat Betul Tinggalkan Aku

Bahkan Yapan mengaku sempat berencana mengadopsi Vino pasca kedua orang tuanya meninggal. Hasil diskusi keluarga dan anak-anaknya setuju Vino menjadi keluarga baru mereka.

Namun karena kakeknya di Sragen  tak rela cucunya tinggal dengan orang lain, maka mereka menjemput kembali cucu satu-satunya dari pasangan Kino Raharjo (30) dan Lina Safitri (31).

“Makanya waktu itu saya langsung mengutus orang saya, minta (tinggal bersamanya) tapi takut tersinggung,” katanya.

Pelepasan Vino oleh pemkab Kubar (Minggu 1 Agustus 2021) di Kantor Bupati Kubar

Selain itu Yapan dan istrinya Yayu Seri Rahayu juga membuka rekening bank atas nama Vino dan diserahkan langsung pada keluarga. Namun ia tak habis pikir niat tulusnya itu masih juga digunjing sejumlah orang.

“Itupun ada dalam grup WA bilang kasus Vino ini ada yang sandiwara. Kita ingin berbuat untuk Vino, masih dianggap sandiwara. Ya Tuhan aja yang tahu,” tukasnya.

BACA JUGA:

Bupati Kutai Barat Janji Biayai Pendidikan Vino

Pria asal kecamatan Damai itu mengaku akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Sragen mengenai masa depan dan biaya pendidikan Vino. Sebab ia pernah berjanji untuk membantu biaya pendidikan bocah malang itu hingga kuliah.

“Tentu kita siap. Nanti kita lihat payung hukumnya. Karena dia ngga boleh dua-dua anggaran. Kalau dinas sosial Sragen sudah anggarkan itu kita ngga boleh. Jadi tidak boleh dobel karena memang ada aturannya tapi kita siap.

Saya sudah minta dinas sosial komunikasi terus dengan dinas sosial Sragen. Misalnya mereka sampai SMA ya kita lanjutkan sampai kuliah. Bahkan kalau dia lulus bisa kita suru dia kesini kerja. Ini yatim piatu diperlakukan khusus. Wajib hukumnya,” lanjut Yapan.

Ia juga berterima kasih kepada jajaran pemkab Kubar, terutama para donatur yang telah memberikan sumbangan kepada Vino.

“Seiring doa kami Kutai Barat pada hari ini dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa kami melepas ananda Vino untuk berangkat menuju Sragen. Semoga perjalanannya tetap dilindungi, semoga sampai dalam keadaan sehat dan selamat,” pungkas Yapan saat melepas Vino yang tengah didampingi kakeknya Yatin dari Sragen Jawa Tengah.

BACA JUGA:

Vino Dijemput Keluarga dan Dinsos Sragen, Kakek Vino: Terima Kasih Masyarakat Kutai Barat

Sementara itu petugas satuan bakti pekerja sosial perlindungan anak dinas sosial kabupaten Sragen Januri mewakili keluarga dan pemkab Sragen berterima kasih atas kepedulian pemerintah dan masyarakat Kubar.

Januri mengaku setelah mendapat informasi warga Sragen meninggal di tanah rantau, mereka langsung menelusuri keluarga terdekatnya. Setelah ditemukan, mereka menanyakan kesediaan keluarga untuk mengasuh Vino. Keluargapun menyatakan siap sehingga pemkab Sragen langsung berkoordinasi dengan Dinsos Kubar untuk mengatur jadwal kepulangan.

Hingga akhirnya pada Jumad (30/7/) tim Dinsos Sragen  bersama Yatin kakek Vino yang juga ayah dari Lina Safitri ibu Vino terbang ke Kutai Barat.

Sesampainya di Kubar, mereka langsung melakukan ziarah ke makam orang tua Vino pada sabtu pagi 31 Juli. Kemudian sore harinya dilanjutkan dengan penyerahan anak dari Dinsos Kubar kepada keluarga Sragen, di kediaman orang tua Vino kampung Linggang Purworejo Kecamatan Tering.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan selama di sini, keluarga terutama mbah Yatin sangat berterima kasih bisa berziarah ke makam orang tua Vino. Kenapa dari Sragen ingin menjemput salah satunya adalah ingin berziarah ke makam orang tua Vino,” kata Januri saat berbicara mewakili keluarga dan pemkab Sragen.

BACA JUGA:

Vino Datangi Makam Orang Tua Sebelum Pulang ke Sragen

Januri juga memohon doa agar selamat di perjalanan.

“Selanjutnya mohon izin kami akan berangkat ke Sragen. Mohon doanya mudah-mudahan nanti selama perjalanan lancar tidak ada kendala.

Sekali lagi semuanya yang dari Sragen mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian panjenengan semua di Kutai Barat ini, terkait dengan adik Vino. Baik perlindungannya, penjagaannya, kenyamanannya sampai hari ini dek Vino tetap ceria,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00