Bupati Kubar FX.Yapan Menangis Saat Lepas Vino Kembali ke Sragen

KBRN, Sendawar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melakukan upacara pelepasan terhadap Alviano Dava Raharjo di lobi kantor Bupati Kubar Minggu (1/8/2021).

Acara pelepasan itu dihadiri langsung bupati Kubar FX.Yapan, wakil bupati Edyanto Arkan, Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo, Dandim 0912/Kbr Letkol Kavaleri YudHi Prasetyo Purnomo, kepala dinas sosial Kubar Ampeng, serta sejumlah pejabat pemkab Kubar.

Sementara pihak keluarga Vino didampingi keluarga asal kabupaten Sragen Jawa Tengah yakni kakek Vino, Yatin yang merupakan ayah dari ibu Vino Lina Safitri.

Selain itu juga turut didampingi Petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial Dinsos Sragen Januri.

Acara itu berlangsung penuh haru, saat bupati Kutai Barat FX.Yapan menyampaikan sambutan pelepasan.

Orang nomor satu di Kubar itu menitikan air mata dengan suara terbata-bata sejak awal menyampaikan sambutan.

Sesekali Yapan menghapus air mata. Nada bicaranya berat. Ucapannya berhenti beberapa kali sambil menatap Vino yang berdiri tepat disampingnya. Beberapa pejabat yang hadir pun nampak terdiam sedih.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah kabupaten Kutai Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Vino yang ada di Kutai Barat maupun di Sragen. Tidak terduga kita dengan keadaan ini,” ucap Yapan sambil menangis.

BACA JUGA: 

Ternyata Ini Yang Membuat Bupati Kubar Sampai Menangis Saat Melepas Vino ke Sragen

Yapan merasa sedih lantaran bocah berusia 9 tahun itu kehilangan kedua orang tuanya karena terpapar covid-19.

“Begitu saya dengar berita ini saya perintahkan kepala dinas kesehatan kepala dinas sosial dan juga dinas pendidikan segera evaluasi. Supaya jangan sampai walaupun secara fisiknya sudah baik tetapi secara psikologisnya kita harus jaga. Jangan sampai dia terbeban,” katanya.

“Karena di media itu waktu dengar isolasi mandiri jadi dikira mereka dia sendiri padahal tidak seperti itu. Karena mereka (keluarga) tidak bisa masuk,” sambung Yapan.

BACA JUGA:

Vino Dijemput Keluarga dan Dinsos Sragen, Kakek Vino: Terima Kasih Masyarakat Kutai Barat

Mantan ketua DPRD Kubar itu mengaku sejak awal ia sudah meminta dinas sosial serta dinas pendidikan mendampingi Vino agar tetap tegar menghadapi musibah yang dialami.

“Saya sampaikan terima kasih kepada dinas kesehatan dinas sosial, dandim dan kapolres. Kami sama-sama mendampingi si Vinno supaya dia bisa menerima kondisi ini,” sebut Yapan.

Ia berjanji untuk terus berkoordinasi dengan pihak keluarga di Sragen Jawa tengah. Terutama mengenai masa depan Vino.

“Saya tidak bisa banyak menyampaikan sesuatu tapi harapan saya yang pertama kami menitipkan Vino sama Mbahnya dan kita selalu komunikasi. Seandainya ananda Vino ini mau tinggal di Kutai Barat atau seandainya lulus kembali ke Kutai Barat kita siap,” sebut FX Yapan.

“Kami mohon maaf atas kekurangan-kekurangan karena memang Kutai Barat saat ini dalam keadaan darurat covid,” lanjutnya.

Seiring doa kami Kutai Barat pada hari ini dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa kami melepas ananda Vino untuk berangkat menuju Sragen. Semoga perjalanannya tetap dilindungi semoga sampai dalam keadaan sehat dan selamat. Begitulah ucapan bupati saat mengakhiri sambutan pelepasan.

Bupati kemudian memberi pengalungan kepada Yatin kakek Vino, serta petugas peksos dinas sosial Sragen dan Vino.

BACA JUGA:

Vino Datangi Makam Orang Tua Sebelum Pulang ke Sragen

Bupati Kutai Barat Janji Biayai Pendidikan Vino Hingga Kuliah

Sementara itu kepala dinas sosial Kubar Ampeng mengaku koordinasi dengan pihak keluarga Vino sudah dilakukan sejak orang tua Vino meninggal.

Apalagi berita soal Vino yang hidup sebatang kara jadi viral di media sosial. Namun demi menjaga privasi dan ketenangan bocah malang itu, dinas sosial langsung berkoordinasi dengan instansi terkait melakukan pendampingan dan memberikan bantuan.

“Jadi boleh dikatakan dalam keadaan aman tentram dan damai meskipun menjalani kehidupan seorang diri karena pada masa itu masih dalam masa isolasi mandiri,” kata Ampeng.

Dinsos Kubar kata Ampeng mau mengantar langsung ke Sragen setelah mendapat informasi dari keluarga jika mereka siap mengasuh Vino. Namun keluarga dari Sragen memilih datang menjemput sendiri dengan fasilitasi Dinsos Sragen.

“Jadi beliau (Yatin) selaku mbahnya menyampaikan rindu kangen sekaligus ingin ke Kutai Barat pertama ingin menjemput anak Vino selaku cucunya, kemudian ingin berziarah ke taman pemakaman kedua anaknya yang terkena penyakit ini,” jelas Ampeng.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Kirim Bantuan Sepeda dan Uang Tabungan Untuk Vino

Senada disampaikan Petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial dan perlindungan anak kabupaten Sragen Januri.

Januri mengaku ditugaskan langsung oleh bupati Sragen untuk menjemput Vino.

“Alhamdulillah karena pihak keluarga sudah menyatakan akan siap untuk mengasuh, kami kembali melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kutai Barat untuk mengatur proses reunifikasi, pengembalian dek Vino itu kembali ke pengasuhan keluarga,” ujarnya.

“Atas nama keluarga dan pemerintah kabupaten Sragen mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian panjenengan semua di Kutai Barat ini terkait dengan adik Vino. Terkait perlindungannya, penjagaannya kenyamanannya sampai hari ini dek Vino tetap ceria,” sambung Januri.

Ia menyebut alasan utama keluarga dari Sragen ingin ke Kutai Barat menjemput Vino, karena mau berziarah ke makam orang tua Vino.

“Selanjutnya mohon izin hari ini kami akan berangkat ke Sragen. Mohon doanya mudah-mudahan nanti selama perjalanan lancar tidak ada kendala,” pungkasnya.

Setelah pelepasan itu, Vino bersama kedua anggota keluarga serta Dinsos Sragen berangkat menuju Samarinda menggunakan mobil operasional dinas sosial Kubar.

Vino juga mendapat cinderamata, hingga uang tunai dari Kadis Sosial Kubar, Kadis Kesehatan hingga bupati dan wakil bupati Kubar.

Sebelumnya dinas sosial Kutai Barat sudah melakukan serah terima anak dari Pemkab Kubar kepada keluarga Vino. Serah terima itu digelar Sabtu (31/7/2021) di Kampung Linggang Purworejo kecamatan Tering Kutai Barat.

Diketahui Alviano Dava Raharjo jadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meningggal karena terpapar virus corona pada 19 dan 20 Juli lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00