Anggota DPRD Kaltim Marthinus Janji Kawal Bantuan Pemerintah Untuk Vino

KBRN, Sendawar : Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Marthinus, berjanji akan mengawal bantuan dari pemerintah untuk Alviano Dava Raharjo.

Pasalnya pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat sudah mengutarakan akan memberi bantuan untuk bocah 9 tahun yang kini hidup sebatang kara.

“Terutama mengenai bantuan pemerintah, saya yakinkan apa yang dijanjikan oleh bapak gubernur Kaltim, oleh bupati Kutai Barat harus kita kawal. Karena pemerintah daerah, pemerintah provinsi bahkan pusat juga berjanji untuk menjamin biaya pendidikan atau jaminan hidup. Masa depan Vino ini masih panjang, apalagi dia baru kelas 3 SD,” ujar Marthinus saat berbincang dengan Margono, paman Vino di rumah orang tua Vino, RT 04 Kampung Purworejo Kecamatan Tering Kutai Barat, Selasa (27/7/2021).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu itu mengatakan pemerintah wajib membantu biaya pendidikan dan biaya hidup Vino, yang kini jadi yatim piatu usai kedua orang tuanya meninggal akibat terpapar virus corona.

“Saya mengapresiasi sumbangan dari semua pihak untuk warga kita yang terkena musibah. Sebagai wakil rakyat saya datang ke sini untuk melihat secara langsung kondisi Vino”, sambung Marthinus yang ikut menyumbangkan uang tunai untuk Vino, sekaligus menyaksikan penyerahan sepeda dari presiden RI Joko Widodo melalui TNI-Polri kepada Vino.

BACA JUGA: 

Anggota DPRD Kaltim Marthinus Datangi Rumah Vino, Bawa Uang Hingga Sumbang Lagu ‘Serigala Petarung’

Hidup Sebatang Kara, Vino: Kenapa Bapak Mama Cepat Betul Tinggalkan Aku

Marthinus lalu mencari tahu pendapat keluarga soal rencana gubernur Kaltim Isran Noor, hingga orang-orang tenar yang ingin mengangkat Vino sebagai anak. Termasuk salah satu warga Samarinda asal Brebes yang juga ingin mengadopsi bocah malang itu.

“Pertama pak gubernur Kaltim bapak Isran Noor. Kedua mantan menteri kelautan dan perikanan ibu Susi Puji Astuti dan ketiga ada ibu Dewi. Dia pengusaha sukses di Samarinda mau mengadopsi Vino. Sementara pemerintah daerah, pemerintah provinsi bahkan pusat juga menjamin biaya pendidikan atau jaminan hidup. Kira-kira bagaimana pendapat keluarga soal niat baik mereka ini? Apakah sudah ada perbincangan dengan pihak keluarga terutama mbahnya? Tanya Martin kepada Margono.

“Pihak keluarga belum membicarakan itu. Mudah-mudahan ada momen yang tepat, kami bisa koordinasi dan runding lagi dengan mbahnya, karena mbahnya yang berhak bicara soal itu,” terang Margono.

Meski begitu Margono mengucapkan terima kasih atas atensi dari berbagai pihak termasuk rencana adopsi yang ditawarkan sejumlah kalangan.

“Kita akan tunggu waktu yang tepat baru kita runding lagi dengan mbahnya. Kita sebagai keluarga tidak bisa ambil keputusan tergantung mbahnya,” tukas margono.

BACA JUGA:

Gubernur Kaltim Berencana Mengadopsi Vino Sebagai Anak Angkat

Anggota DPRD Kaltim serahkan bantuan untuk Vino melalui pamannya Margono. Tering, 27/7/2021.

Kepada Margono anggota DPRD Kaltim Marthinus menjelaskan, niat baik dari orang-orang yang peduli dengan masa depan Vino harus diapresiasi. Hanya saja Politisi PDI Perjuangan itu meminta agar kedua belah pihak, baik keluarga maupun calon orang tua angkat Vino harus mengikuti prosedur yang sah.

“Kami berharap jika ada yang mau mengadopsi Vino maka harus secara legal. Mana tahu mbahnya pilih misalnya pak gubernur, bu Susi atau siapa yang penting secara legal,” ujarnya.

Perbincangan keduanya juga berlanjut soal masa depan Vino. Sebab sejauh ini belum jelas soal siapa yang diperbolehkan mengadopsi bocah yang masih duduk di kelas 3 SD tersebut.

Namun Margono hanya menjawab jika bocah malang itu akan diasuh oleh kakek dan neneknya di kabupaten Sragen Jawa Tengah.

“Masalah hak asuh Vino itu lebih berkuasa di mbah-nya. Cuma masalah waktu saja untuk jemput itu kita belum tahu tapi mereka akan menjemput Vino disini,” jelas Margono.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Kirim Bantuan Sepeda dan Uang Tabungan Untuk Vino

Bupati Kutai Barat Janji Biayai Pendidikan Vino Hingga Kuliah

Selain itu Marthinus juga menanyakan soal keseharian keluarga Vino serta pendapatan keluarga sebelum orang tuanya meninggal pada 19 dan 20 Juli lalu. Sebab orang tua Vino kabarnya hanya berjualan pentol dan sayur keliling untung menyambung hidup.

“Kami dengar informasi di media bahwa ayah Vino pak Kino Raharjo dalam kondisi sakit tetapi tetap beraktivitas menjual pentol. Apakah benar seperti itu? Tanya Martin.

Margono lantas menjawab informasi itu tidak benar.

“Dia (ayah Vino) begitu rasa ngga enak badan langsung istirahat dan berdiam di rumah,” kata Margono.

Marthinus berbincang dengan Margono, paman Alviano Dava Raharjo.

Mendengar penjelasan itu Martinus merasa iba. Lantaran pada saat bersamaan satu keluarga terpapar covid-19 hingga merenggut nyawa orang tua Vino.

Namun dibalik musibah itu, keluarga bersyukur karena banyak pihak yang akhirnya merelakan sedikit hartanya untuk Vino. Termasuk presiden RI Joko Widodo yang turut mengirimkan uang tunai langsung ke rekening Vino, serta hadiah sepeda.

“Kami ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu. Semoga kebaikan jenengan dibalas oleh Allah Swt, dan mudah-mudahan semakin sukses dan maju,” tutur Margono mendoakan semua donatur yang memberikan rasa simpati dan sumbangan untuk Vino.

“Khusus kepada bapak presiden insinyiur H.Joko Widodo kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi anak kami,” ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00