Pantau Penerimaan Bansos, Menko PMK Soroti Warga Yang Belum Masuk Dalam DTKS

KBRN, Balikpapan - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi melakukan peninjauan sekaligus observasi terhadap warga yang belum menerima bantuan sosial oleh pemerintah selama ini di Gunung Bugis, Balikpapan Barat pada Selasa pagi (27/7).

Dalam kegiatannya beberapa warga ditemukan tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik itu BST maupun bantuan apapun. Rupanya hasil dari observasinya dikarenakan banyak warga yang belum terdaftar didalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Tadi saya cek ada beberapa warga yang bukan penduduk sini yang belum terjangkau oleh bansos. Ini salah satu kelemahan pemberian bansos melalui DTKS itu akibatnya mereka yang tidak masuk di DTKS ada kebijakan tersendiri," ujarnya.

Sejatinya pemerintah telah melakukan upaya lain yakni melakukan Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan pangan non tunai yang telah berjalan sejak sebelum adanya pandemi. Seharusnya warga yang belum terdaftar didalam DTKS bisa diakomodir melalui bantuan sosial tunai (BST).

"Tapi kan ada bantuan sosial tunai dan juga BLT Desa, itu yang memang di utamakan kalau mereka tidak ada di DTKS dan memang terdampak oleh Covid ini terutama misalnya kena PHK kemudian jualannya tidak laku, dan seterusnya itu harus ditutup dengan bantuan sosial yang diluar DTKS," ujarnya.

Ia meminta Lurah setempat melakukan pendataan kepada warga pendatang alias bukan berdomisili di wilayah tersebut. Hal ini agar memudahkan pendataan terhadap warga terdampak, sehingga pembagian Bantuan Sosial dapat disalurkan secara merata.

"Tadi saya sudah ingatkan Pak Lurah memang disini dinamis sekali, mobilitas penduduknya sangat cepat, tadi banyak sekali ada yang dari Tenggarong, yang dari Samarinda ada, sehingga tidak sempat tercatat. Tapi saya minta aparat kelurahan harus betul-betul proaktif memantau warga yang dari luar kelurahan ini yang terdampak untuk mendapat bantuan itu sendiri," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00