Beri Dukungan Untuk Vino, Dandim Kubar Bawa Bola dan Berjanji Antar Vino ke Sragen

KBRN, Sendawar : Komandan Kodim 0912/Kubar Letkol Kav Yudhi Prasetyo Pramono menyambangi rumah Alviano Dafa Raharjo di Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat, Kaltim Jumad (23/7/2021).

Kedatangan Dandim itu untuk melihat langsung kondisi Vino yang kini jadi yatim piatu pasca kedua orang tuanya meninggal dunia akibat covid-19.

Rombongan Dandim tiba sekitar pukul 08.00 Wita didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Yulia Dyan Ekawati, Dandramil Long Iram, Babinsa, Camat Tering, Kepala Desa dan anggota Polisi dari Pospol Long Iram.

Setibanya di lokasi, rombongan Dandim langsung diterima Margono yang merupakan paman Vino serta sejumlah kerabat. Sementara Vino tengah berjemur matahari pagi depan rumah.

BACA JUGA: 

Hidup Sebatang Kara, Vino: Kenapa Bapak Mama Cepat Betul Tinggalkan Aku

Letkol Kav Yudhi Prasetyo Pramono - Dandim 0912 Kubar berbincang dengan Margono Paman Vino (23/7/2021)

Yudhi Prasetyo yang baru dua minggu bertugas sebagai Komandan Kodim Kubar itu nampak membawa sejumlah bantuan untuk Vino. Diantaranya makanan siap saji, sembako, vitamin hingga bola kaki.

“Semoga bingkisan ini bisa meringankan beban Vino. Kita belum bisa memberikan bantuan yang lebih jauh karena kondisi Vino masih dalam tahap observasi dan masih dinyatakan positif covid-19. Nanti setelah kondisinya sudah negatif kita akan membantu khususnya mengantar ananda Vino ke eyangnya di Sragen,” katanya.

BACA JUGA: 

Menyedihkan, Orang Tua Meninggal Karena Covid, Bocah 9 Tahun Jadi Yatim Piatu

Komandan Kodim pengganti Anang Sofyan Efendi itu juga menginstruksikan babinsa setempat untuk selalu memantau kondisi Vino hingga benar-benar pulih. Selanjutnya pihak TNI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak keluarga, khususnya mengenai masa depan bocah 9 tahun itu.

Selain itu ia berjanji untuk mengantar Vino ke Sragen Jawa Tengah, jika Vino ingin pulang ke kampung halaman keluarga besarnya di Sragen.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantar adik Vino ke Sragen. Kami pastikan bahwa kami siap mengantar Vino sampai ke tempat tujuan. Itu adalah salah satu bentuk kemanunggalan kami dengan masyarakat,” ungkap mantan Komandan Batalyon Kavaleri Kostrad itu.

Komandan Kodim 0912/Kubar Letkol Kav Yudhi Prasetyo Pramono, S.Sos,M.I.Pol

Orang nomor satu di jajaran Kodim Kubar itu juga menyemangati Vino. Bocah malang itu nampak langsung akrab dengan Dandim serta anggota babinsa Koramil Tering. Hanya saja ia duduk depan teras rumah sambil memegang sebuah hand phon, dengan masker tetap tertutup. Sedangkan rombongan Dandim, duduk depan halaman rumah sekitar 5 meter.

“Cita-citanya apa dek? Tanya Yudhi.

“Jadi Pilot om,” jawab Vino dengan polos yang disambut tepuk tangan personil TNI.

“Wah hebat. Ini om bawa bola, nanti kalau sudah sembuh baru boleh main ya. Tetap semangat ya nak,” lanjut Dandim memberi semangat untuk putra tunggal dari pasangan almarhum Kino Raharjo (30) dan almarhumah Lina Safitri (31) yang meninggal pada 19 dan 20 Juli tersebut.

BACA JUGA:

Lihat Vino Hidup Sebatang Kara, Warga Kubar: Pedih Hati Saya Melihatnya

Dandim 0912/Kbr berbincang dengan Vino

Dengan tetap menjaga jarak, Dandim juga mengapresiasi kebesaran hati Vino yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, namun tegar menghadapi suasana batin yang terkoyak akibat kehilangan orang tua. Apalagi Dandim menyaksikan sendiri Vino mulai mandi sendiri, berganti pakaian hingga merapikan rumah.

Begitu juga dengan ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Yulia Dyan Ekawati. Istri Dandim Kubar itu merasa prihatin dengan kondisi Vino yang kini hidup sebatang kara.

“Tetap semangat ya nak. Semoga cepat sembuh,” pesannya.

Namun dibalik kenyataan pahit itu, Vino nampaknya mulai terbiasa dengan suasana baru tanpa dampingan kedua orang tua. Apalagi setelah ibu dan ayahnya tiada, Vino mendapat dukungan luar biasa publik tanah air.

Hari-harinya kini penuh dengan kejutan. Sebab hampir tiap saat selalu ada kunjungan dari berbagai pihak mengantarkan bingkisan untuknya.

Dari makanan, vitamin, mainan hingga uang tunai. Suasana berbeda itu membuat Vino tak merasa sepi. Setidaknya untuk sessat ia mendapat perhatian, cinta dan kasih sayang dari berbagai pihak.

BACA JUGA:

Gubernur Kaltim Berencana Mengadopsi Vino Sebagai Anak Angkat

Paman Vino, Margono mengaku sejak orang tuanya masih ada, bocah lelaki itu kerap diajak mancing di sungai Mahakam. Ia justru jarang main hand phon. Namun setelah orang tuanya tiada ditambah harus menjalani isolasi mandiri, Vino sempat murung.

Kerabat Vino akhirnya memberikan hand phon untuk mengisi kejenuhan dan stres. Kini hand phon android itu jadi teman bocah kelahiran 28 Agustus 2012 itu.

“Biasanya jarang main HP, dia sering mancing ikan aja. Tapi kami kasihan dia tinggal di rumah sendiri sejak bapak mamanya di rumah sakit sampai meninggal. Akhirnya kami pinjamkan HP,” kata Margono.

Sementara itu terkait masa depan Vino, menurut Margono masih akan berkoordinasi dengan keluarga besar. Namun kakek dan nenek Vino kabarnya tak ingin cucu mereka tinggal sendiri di Kubar.

“Karena mbahnya di Jawa lebih berhak untuk mengasuh. Ditambah lagi memang Vino sendiri mau pulang ke eyangnya di Jawa,” ucap Margono.

Margono yang juga memiliki rumah bersebelahan dengan rumah orang tua Vino berterima kasih kepada jajaran TNI dan semua pihak yang memberikan dukungan moril maupun materil kepada keponakannya.

“Terima kasih bapak Dandim dan ibu serta semua anggota TNI dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami khususnya anak kami Vino,” pungkasnya.

Pertemuan antara rombongan Kodim dan Vino yang penuh kekeluargaan itu berlangsung sekitar 2 jam.

“Terima kasih om, terima kasih Ibu,” ucap Vino sembari melambaikan tangan seraya mengatupkan kedua tangan di dadah sebagai ucapan terima kasih kepada Dandim yang berpamit pulang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00