FOKUS: #PPKM MIKRO

Menyedihkan, Orang Tua Meninggal Karena Covid, Bocah 9 Tahun Jadi Yatim Piatu

KBRN, Sendawar : Alviano Dafa Raharjo, harus menerima kenyataan pahit ditinggal kedua orang tuanya di usia 9 tahun. Bocah kelas 3 SD tersebut, kini tinggal sendirian pasca kedua orang tua meninggal secara beruntun tanggal 19 dan 20 Juli lalu akibat terpapar covid-19.

“Ibunya meninggal tanggal 19 dan ayahnya meninggal tanggal 20. Ibunya itu mengandung enam bulan,” ujar Toni, salah satu anggota keluarga saat ditemui RRI Kamis (22/7/2021), di rumah duka RT 04 Kampung Purworejo Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kaltim.

Foto Vino dan kedua orangtuanya (Dok Keluarga)

Toni mengaku bocah malang itu sempat murung pasca ditinggal dua orang tuanya.

“Awalnya itu dia nanya kenapa kok mama itu cepat betul pergi. Terus hari berikut bapaknya meninggal dia (pasrah) nda nanya apa-apa. Alhamdulilah anaknya penurut, tidak rewel atau nakal,” katanya.

Sebuah handphon android nampak jadi teman setia Vino untuk mengisi kesibukan. Sementara sejumlah keluarga dekat dan para tetangga tetap setia menemani bocah malang itu sejak kedua orangtuanya meninggal.

“Memang setelah orang tua meninggal itu dia sempat murung, setelah itu Alhamdulillah sehat, ceria aja. Kegiatan dia dalam rumahnya ya mainan aja, nonton youtube untuk sementara ini hiburan dia HP gitu aja,” sambung Toni yang mengaku sebagai kakak angkat Vino.

Toni - Keluarga

Toni dan sejumlah warga hanya menunggu depan rumah. Sebab bocah lelaki itu juga masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif covid-19 dengan status tanpa gejala (OTG).

“Kalau untuk makan ada Paklenya, omnya kita siapkan. Apa yang dia mau kita belikan. Untuk cucian kita pantau dari kejauhan. Dia cuci sendiri kita hanya kasitau dia masukan air dan sabun dalam mesin cuci. Dia cuci sendiri karena kita dilarang untuk bersentuhan atau kontak fisik dengan dia,” sebutnya.

Bocah lelaki kelahiran 28 Agustus 2012 itu jadi anak tunggal dari pasangan Kino Raharjo (30 tahun) dan Lina Safitri (31 tahun).

Menurut keluarga, sebelum meninggal orang tua Vino mempunyai riwayat penyakit tipes dan asma.

“Untuk riwayat sakit yang saya ketahui dari ibunya itu ada riwayat asma. Kalau ayahnya itu tipes ya,” jelas Toni.

BACA JUGA: 

Lihat Vino Hidup Sebatang Kara, Warga Kubar: Pedih Hati Saya Melihatnya

Rumah Duka keluaga di RT 04 Kampung Purworejo Kecamatan Tering Kutai Barat

Pasangan suami istri asal Sragen Jawa Tengah itu sehari-hari hanya bekerja menjual pentol keliling.

Kini simpati publik begitu tinggi atas musibah kedukaan tersebut.

Sejumlah bantuan terus mengalir untuk Vino. Baik makanan, sembako, obat-obatan, hingga pakaian.

“Bantuan banyak sih, kita dapat dari pemerintah dari bupati, dari Polres, kita nda bisa nyebut satu-satu. Banyak orang baik yang memperhatikan adik Vino,” urai Toni.

Selain bantuan sejumlah pihak dikabarkan, mau mengadopsi bocah 9 tahun itu. Hanya saja pihak keluarga rencananya akan membawa Vino kembali ke Sragen.

“Setelah situasi kondusif dari covid ini rencana entah pihak yang dari Jawa atau pihak yang ada di Kutai Barat kita mau memulangkan ke Jawa ikut kakek neneknya,” tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kutai Barat dr.Ritawati Sinaga membenarkan orang tua Vino meninggal karena positif covid-19. Kemudian sang anak juga terkonfirmasi positif tanpa gejala.

“Kemarin sudah kami kunjungi dengan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kami bawa psikolog untuk mendampingi Vino nya, supaya dia tetap semangat,” katanya.

“Kita juga bersama pak Kapolsek, camat dan petinggi ingin memastikan bantuan sosial untuk pasien positif yang isolasi mandiri sudah sampai atau belum,” terang dr Rita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00