JMSI Kaltim Sesalkan Berita Hoax Banyak yang Mencatut Media Online

KBRN, Samarinda : Pemberitaan berisi informasi bohong atau hoax dinilai semakin meresahkan. Bukan saja bagi masyarakat tetapi perusahaan media berita siber.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia JMSI Kalimantan Timur Mohammad Sukri kepada RRI Jumat (25/06/2021) mengakui baru-baru ini masyarakat menjadi resah dengan kabar rencana pengenaan pertambahan pajak nilai PPN pada komoditas sembako.

Berita dengan cepat menyebar salah satunya melalui platform media sosial yang mencatut berita online.

"Masyarakat jadi takut, ada juga yang merasa marah dengan Pemerintah karena informasi soal PPN Sembako katanya merugikan. Padahal itu belum dibahas di DPR," kata Sukri.

Untuk itu Ia mengajak perusahaan media online untuk bersama memerangi berita hoax karena dapat menganggu kondusifitas Negara.

"Makanya Kita edukasi kepada anggota JMSI di Kaltim untuk menyadari kewajiban Kita dalam membuat berita itu harus benar, bukan hoax," imbau Sukri.

Masyarakat juga dinilai Sukri memiliki peran penting untuk tidak ikut menyebarkan berita hoax yang didapat. Prinsip saring sebelum sharing harus dikedepankan dalam memfilter berita-berita tidak benar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00