Pemda Mahulu Himbau Petani Untuk Menghindari Penggunaan Pestisida Kimiawi

KBRN, Mahulu: Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun, mengingatkan petani agar tidak lagi menggunakan racun rumput kimia dalam pertanian dan perladangan. Menurutnya penggunaan bahan kimia ini sangat berbahaya bagi keberlanjutan pada ekosistem lingkungan.

Mengingat secara geografis ladang padi di Mahulu berada di lereng bukit dengan kemiringan sampai 45 derajat yang dikelilingi banyak sungai kecil yang bermuara ke Sungai Mahakam.

“Di ladang kita semprot, 2-3 jam kemudian semisal hujan, racun rumput itu mengalir ke sungai. Airnya kita minum dan dimakan ikan di sungai,” ujar Avun, Selasa (22/6/2021).

Pernyataan tersebut sangat beralasan. Sebab, mayoritas warga Mahulu sangat menggantungkan sumber air dari sungai kecil, air tanah, dan sungai Mahakam. Begitu pula banyak warga mendapat sumber protein hewani dari hasil tangkapan ikan yang hidup di sungai setempat.

“Jadi kita jangan terpengaruh racun rumput, tapi pikirkan efek jangka panjang biar beras kita organik,” pesannya.

Penggunaan herbisida kimiawi berlebihan dalam jangka panjang berefek negatif pada kerusakan ekosistem. Diawali dengan menurunnya tingkat kesuburan tanah yang dipicu dari cacing tanah yang mampu membuat gembur tanah akan berusaha menghindari bagian tanah yang terkena pestisida dan herbisida. Selanjutnya membutuhkan penambahan pupuk yang berpotensi membuat tanah semakin asam sehingga menyulitkan akar menyerap unsur hara.

Selain itu, penggunaan herbisida dan pestisida kimiawi berlebihan akan meracuni fauna kecil dalam rantai makanan. Selain kerusakan rantai makanan, penggunaan zat kimia ini membuat hama dan gulma semakin kebal. Sebab, mereka mampu beradaptasi dengan polutan. Ketidakseimbangan ini berpotensi membuat ledakan populasi gulma maupun hama yang mendorong petani menggunakan tambahan bahan kimia yang lebih banyak dan berpotensi merusak tanah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00