PT TCM Diminta Tanggap Atas Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sungai Tunau Kutai Barat

KBRN, Sendawar: Warga Kampung Penarung, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluh akibat sungai Tunau yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari  diduga tercemar oleh limbah PT TCM, salah satu Perusahaan berizin Khusus PKP2B Group PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang beroperasi di wilayah tersebut.

Mahyudin, salah satu warga yang juga Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kubar mengatakan, kondisi tersebut sudah lama terjadi dan sudah tidak bisa digunakan warga, walau hanya untuk sekedar mandi.

"Itu sudah lama terjadi, mungkin sudah bertahun-tahun. Kalau dulu masyarakat mau pakai untuk mandi atau konsumsi airnya masih bisa, sekarang airnya keruh, tidak bisa digunakan lagi. Bahkan masyarakat harus membeli, untuk memenuhi kebutuhan air bersih,"katanya kepada RRI di Sendawar, Senin (21/6/2021).

Menurut Mahyudin, hal ini sudah disampaikan oleh Pemerintah Kampung ke Pemerintah Daerah. Tidak hanya itu, DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar juga sudah turun langsung ke-lapangan. Namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait penyelesaian dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

"Jadi pada tanggal 17 Mei 2021 dari DLH dan saya sebagai Anggota DPRD turun langsung ke-lapangan. Hasilnya, benar ada dugaan pencemaran lingkungan, airnya keruh, tidak layak dikonsumsi. Dan sempat saya tanyakan ke pak Kadis DLH bahwa memang ada dugaan pihak TCM ini melakukan proses penambangan tidak sesuai dengan SOP,"ungkapnya

Baca Juga: Dugaan Pencemaran Sungai Tunau, DLH Kubar: Hasil Lab Segera Kita Publikasikan

Atas kondisi tersebut, Mahyudin meminta Pemerintah daerah, terlebih kepada pihak PT TCM segera tanggap. Memenuhi tuntutan warga, salah satunya mengenai ganti rugi seperti yang diinginkan, serta segera memperbaiki kondisi yang ada.

"Pihak TCM harus segera tanggap. Terutama dalam menyelesaikan tuntutan warga penarung, karena selama ini perusahaan mendapat hasilnya, warga hanya bisa menikmati dampak dari kerusakan lingkungan saja,"pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00