Rumah Adat Samarinda mencoba Bertahan Di tengah Pandemi

KBRN, Samarinda : Rumah adat yang terletak di Samarinda seberang yakni rumah adat yang berdiri di kampung tenun yang kini dijadikan cagar budaya itu nampak sepi oleh kunjungan pengelola rumah adat mengaku kondisi ini mulai dirasakan sejak wabah covid 19 meluas rumah yang memiliki ukuran 20 x 60 meter ini setiap bulannya dikunjungi hingga ratusan orang para pengunjung itu tidak hanya berasal dari warga setempat

Bahkan menurut pengelola Mansyur para pengunjung di antaranya berasal dari luar daerah termasuk luar negeri dampak sepinya pengunjung menyebabkan pengelola yang juga keluarga dari keturunan dari saudagar pendiri rumah tersebut kini kesusahan tingkat kesulitan ini makin meningkat setelah pemerintah kota belum mengucurkan anggaran untuk pengelolaan rumah adat

"Bahkan dari catatan ada sekitar 4 ribu pengunjung dalam setahun sebelum wabah covid 19 melanda 2 tahun terakhir."Kata Mansyur Senin, (21/6/2021)

Selain persoalan pembiayaan pengelola juga meminta pemerintah kota Samarinda ikut membantu penyediaan berbagai peninggalan sejarah yang bisa dipamerkan barang-barang tersebut sangat diperlukan untuk menjadi pemikat wisatawan berkunjung ke rumah adat tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00