Komitmen, Samarinda Menuju Universal Health Coverage, Upaya Pemkot Sehatkan Warganya

KBRN, Samarinda: Dari sepuluh program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, ada dua diantaranya program unggulan yang terkait dengan kesehatan, yakni program social security number dan program doctor on call.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi ketika hadir dalam talk show  di televisi lokal Samarinda. membahas Samarinda Menuju Universal Health Coverage (UHC), kemarin.

Rusmadi mengatakan, pada tahap pertama yang tengah dikerjakan yakni melakukan validasi dan verifikasi data, memang saat ini ada sebanyak 42.142 orang data terpadu kesehatan sosial.

Namun fakta dilapangan dari jumlah tadi ditemukan beberapa warga yang pindah domisili bahkan ada yang telah wafat. sehingga menurutnya, pendataan  ini menjadi sangat penting bukan saja bagi Pemerintah tapi juga bagi Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

“Kenapa begitu penting, supaya yang kita bantu ini tepat sasaran dan sekarang sudah pada posisi kita melakukan singkronisasi penyandingan antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kemudian data dari BPJS itu sendiri dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), semoga bulan ini sudah selesai, karena jika sudah ada angkanya maka akan mudah untuk langkah selanjutnya,” ucap Rusmadi.

Kemudian Program Doctor On Call, sambung dia, sesuai dengan namanya ketika nanti warga ada yang sakit maka dalam hitungan menit sudah ada yang datang yakni kendaraan ambulans dilengkapi tenaga dokter beserta tim medisnya.

“Ambulans berbentuk motor juga akan kita siapkan, karena tidak semua akses di Kota ini bisa dilalui mobil ambulans,” kata Rusmadi,

Terkait jaminan kesehatan nasional, menurutnya Samarinda masih tercatat sekitar 89 persen, masih jauh untuk mengejar UHC yakni diangka 98 persen. Soal upaya untuk menuju 98 persen tersebut, ia beranggapan ketika warga sakit kemudian dapat terlayani, tetapi selama ini ia merasa belum dapat mencapai 98 persen ketika warga sakit dan tidak memiliki kartu BPJS lalu kemudian tidak terlayani oleh rumah sakit.

“Oleh karena itu dalam kesempatan ini kita (Pemerintah) bekerja keras, pertama pasti Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang memang tergolong tidak mampu,” ucapnya.( **/ Rudi )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00