Sungai Mahakam Bangar, Pembudidaya Ikan Rugi Miliaran Rupiah

KBRN, Samarinda : Fenomena air bangar di Sungai Mahakam disebabkan adanya perubahan kadar PH dan oksigen di dalam air, sehingga mengakibatkan ikan banyak yang timbul ke permukaan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar), Muslik.

Bahkan Menurut nya , gejala-gejala seperti ini biasanya terjadi di sepanjang Sungai Mahakam. Ketika air sedang pasang besar, maka itu bisa membuat tumbuhan-tumbuhan yang berada di pinggiran sungai ikut terendam hingga membusuk.

"Lalu air surut dan keluar, biasanya proses di komposisi itu menyebabkan air bangar dan membuat oksigen dan PH rendah, itu pada umumnya," ujar Muslik.

Disisi lain para Pemilik keramba Ikan loa Kulu  Kasnuri Senin, (14/6/2021) mengatakan, air bangar ini sudah menjadi fenomena rutin yang dialami setiap tahunnya, bahkan bisa dua kali terjadi dalam setahun. Hanya saja, tahun ini yang paling parah dan bisa membuat ikan mengambang ke permukaan hingga menyebabkan kematian.

Menurutnya Sebenarnya ikan punya kemampuan untuk mendeteksi jika terjadi perubahan air, karena ikan memiliki linea lateralis di tubuhnya. Sehingga jika air terjadi perubahan ikan akan berimigrasi ke area yang aman atau mencari tempat yang lebih nyaman.

"Tetapi jika ikan yang ada di dalam keramba maka tidak bisa kemana-mana, itu yang bisa membuat ikan siup hingga mati," katanya.

Di ketahui, Dari 588 pembudidaya ikan di Tenggarong, ada 30 persen yang terdampak. Sedangkan di Loa Kulu, ada 1.055 pembudidaya ikan, dan yang terdampak ada 90 persen. Pihaknya pun sudah memberikan imbauan kepada pembudidaya ikan agar jangan dulu menebar ikan sebelum air di Sungai Mahakam normal. Kemudian pembudidaya juga diimbau untuk tidak memberi makanan kepada ikan, karena kalau diberi makan, ikan harus membutuhkan oksigen. Sedangkan saat ini oksigen di perairan Mahakam sedang tipis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00