Didesak Bupati, Perusahaan Sawit Akhirnya Perbaiki Jalan Rusak di Kampung Sendawar

KBRN, Sendawar : Dua Perusahaan Kelapa Sawit akhirnya memenuhi janji memperbaiki jalan rusak di RT.03 Karang Rejo Kampung Sendawar Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat.

Pantauan RRI Sabtu (13/6/2021) sejumlah alat berat mulai meratakan lubang-lubang di jalan dua jalur dari Ibu Kota Barong Tongkok menuju kecamatan Melak itu.

Sebelumnya bupati Kubar FX.Yapan didampingi wakil bupati Edyanto Arkan dan Kadis Perhubungan Rakhmat mengaku sudah mendesak dua perusahaan untuk memperbaiki jalan protokol yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga tersebut.

“Tinggal tanda tangan kontrak saja uang sudah siap. Kontrak kerja itu sebagai dasar mereka untuk pertanggungjawaban ke manajemen,” ucap Yapan di kantor bupati Rabu (9/6/2021).

Bupati mengaku perbaikan jalan yang sudah memakan korban itu bukan karena pemerintah lalai. Tetapi proses pencairan anggaran pemerintah harus melalui tahapan yang panjang.

“Karena uang pemerintah ini lambat prosesnya. Kalau kita tidak ikut proses itu ya temuan. Nanti kalau temuan wartawan juga nanti yang membuat berita begitu ada temuan. Maka kita minta bantuan perusahaan untuk menangani itu,” katanya.

BACA JUGA : Ditanya Soal Jalan Rusak dan Perusahaan Nakal, Jawaban Gubernur Kaltim Kocak

Selain itu pemda Kubar kini harus merasionalisasi sejumlah kegiatan akibat pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat untuk penanganan covid-19. Tak tanggung-tangung anggaran yang dipotong itu mencapai Rp 800 miliar.

Sehingga banyak program pemerintah daerah yang mandek. Termasuk pengadaan armada sampah yang tak laik pakai namun tidak bisa dibeli karena keterbatasan anggaran.

“Anggaran kita ini karena covid dipangkas hampir 800 miliar. Biasa normal kita 2,4 triliun sekarang ini hanya 1,7 triliun,” urai mantan ketua DPRD Kubar itu.

BACA JUGA : Kelakar Bupati FX.Yapan, Mengaku Sering Buat Rekom ke Perusahaan Tapi Tidak Dapat “Uang Minyak”

Adapun jalan rusak di kampung Sendawar terjadi sudah beberapa bulan terakhir. Kerusakan itu terjadi akibat mobilisasi armada angkutan CPO milik perusahaan kelapa sawit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00