Bupati Kubar Buka Suara Soal Sampah Tak Terangkut, FX.Yapan : Jalan Rusak, Mobil Tua Uang Juga Dipangkas 800 Miliar

KBRN, Sendawar : Bupati Kutai Barat FX.Yapan akhirnya buka suara soal sampah yang menumpuk di ibu kota sejak akhir Mei hingga awal Juni ini.

Menurut Yapan kendala utama adalah kerusakan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Belau di kecamatan Barong Tongkok.

“Ya jadi itu kan kemarin rusak jalan itu, jalan ke tempat pembuangan sampah amblas terus,” jelas Bupati FX.Yapan saat diwawancarai wartawan usai membuka kegiatan rapat koordinasi petinggi dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) se-Kutai Barat serta penandatanganan penetapan status Indeks Desa Membangun Kabupaten Kutai Barat tahun 2021 di Gedung ATJ Kantor Bupati Kubar Rabu (9/6/2021).

Meski begitu FX.Yapan didampingi wakil bupati Edyanto Arkan mengaku jalan ke TPA Belau sudah mulai diperbaiki dan bisa dilewati.

“Jadi kita sudah mengatasi itu sudah bagus,” kata Yapan dan Edyanto.

BACA JUGA : Disorot Akibat Sampah Menumpuk di Ibu Kota, Ini Penjelasan Pemkab Kubar

FX.Yapan - Bupati Kutai Barat

Orang nomor satu dan dua di Kubar itu mengaku meski pemerintah ada anggaran namun tidak serta merta langsung dipakai. Baik untuk perbaikan jalan maupun pengadaan armada sampah yang tak laik pakai. Apalagi APBD Kubar dalam dua tahun terakhir dipotong hingga Rp 800 miliar untuk penanganan covid-19.

“Kita sudah upayakan rapat dengan  perusahan-perusahan minta mereka membantu kita membeli unit-unit karena anggaran kita ini karena covid ini dipangkas hampir 800 miliar. Biasa normal kita 2,4 triliun sekarang ini hanya 1,7 triliun. Karena unit kita ini juga sudah tua. Tetapi sudah mendapat respon yang bagus dari perusahaan mereka akan membantu,” katanya.

Lebih jauh politisi PDI Perjuangan itu menyebut ada mekanisme dan prosedur panjang yang dilakukan baru bisa gunakan anggaran pemerintah. Sebab penggunaan anggaran pemerintah kini diawasi secara ketat oleh lembaga pengawas maupun aparat penegak hukum.

“Kita sedang upayakan karena proses uang pemerintah ini lambat. Harus melalui proses kalau kita tidak ikuti prosesnya itu ya jadi temuan,” ujarnya.

Bupati juga Kembali menyoroti budaya gotong royong yang rendah. Padahal jika masyarakat dan pemerintah mau bergotong royong maka tidak akan terjadi kekumuhan di tengah kota bahkan desa-desa.

“Gotong-royong itu mulai saya belum jadi bupati masih jadi ketua DPR soal budaya gotong royong itu (sudah disampaikan). Tapi ya itu lah tergantung masyarakatnya itu. Memang kalian para wartawan harus bantu saya,” beber mantan ketua DPRD Kubar tiga periode itu.

BACA JUGA: Awali Periode ke-dua, Bupati Soroti Sikap Gotong Warga Masih Rendah

Bahkan Yapan menilai para petinggi atau kepala desa juga malas mengajak masyarakat bergotong-royong di kampung masing-masing.

“Saya melihat hanya satu kepala desa yang membawa masyarakatnya gotong royong. Kalau di desa lain belum dengar saya gotong royong kebersihan. Bahkan di kota ini nggak pernah gotong royong. Kita Pemkab gotong-royong mereka nonton,” ucapnya.

Ia meminta di seluruh kampung menggalakan Kembali gotong royong minimal satu kali dalam sebulan.

“Kebersihan itu tanggung jawab kita semua. Saya pingin lihat kebersihan itu tugas utama. Kebersihan lingkungan dengan sampah. Dua ini yang sudah menonjol. Tolong juga pendamping desa jangan hanya administrasi tapi juga termasuk kebersihan ini tadi tolong ingatkan ya karena mereka ini kalau tidak diingatkan tidur,” sambung Bupati yang baru dilantik periode kedua ini dihadapan petinggi dan BPK.

BACA JUGA : DPRD Pertanyakan Kawasan Ibu Kota Barong Tongkok Kerap Banjir.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubar Ali Sadikin mengaku kondisi jalan ke TPA Belau rusak parah. Akibatnya mobil pengangkut sampah tak bisa lewat. Ditambah lagi dengan armada sampah dari 11 unit hanya 3 yang lain pakai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar