Pemerintah Optimis Perbaikan Permanen Longsor Teluk Bajau Mei 2021

KBRN, Samarinda : Akses jalan Ampera di Palaran menuju Mangkupalas di Samarinda Seberang, nyaris tertutup longsor. Kondisi itu merugikan warga. Penanganan longsor seadanya dinilai masyarakat pengguna jalan menunjukkan pemerintah sudah putus asa.

Menjawab Hal itu, di sela kegiatannya di kantornya di jalan Gajah mada Rabu,(14/4/2021) Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim HM Sa’bani mengatakan, Masalah jalan di kawasan Samarinda Seberang yang selalu longsor dan mengganggu arus lalulintas warga diakui harus bergandengan dengan OPD dan seluruh elemen terkait.

Sekda Prov Kaltim HM Sa'bani menjelaskan permasalahan utamanya tanah di bukit itu kontur tanahnya yang sangat gembur. Pihaknya pun mempertanyakan asal tanah dari mana, apakah tanah bekas galian yang ditumpuk atau memang tanah bukit setempat, sehingga perlu diketahui asal tanah.

"Pemiliknya siapa, kenapa dibiarkan. Kalau ditangani, mau dibuang kemana, apakah sehari langsung selesai," bebernya.

Sekda Pun menegaskan, Jika  tanah yang longsor ke badan jalan itu merupakan tanah galian yang ditumpuk (ditimbunkan), maka sampai kapan pun longsor terus terjadi.

"Ya, biar sepuluh alat berat kita kerahkan, pasti kewalahan juga," tegasnya.

Sebab menurut dia, tanah timbunan (tumpukan tanah buangan hasil galian) tentu tidak padat dan mudah longsor ketika terjadi hujan.

Padahal diakuinya, jalan di Teluk Bajau ini salah satu akses utama yang dilalui kendaraan besar (kontainer) setelah dari Pelabuhan Peti Kemas Palaran, selain jalan warga umum.

Untuk sementara waktu, Sa'bani meminta masyarakat bersabar. Karena, ujarnya, pemerintah terus berupaya meminimalisir longsoran, bahkan mengupayakan tidak terjadi

Namun disisi lain Walikota Samarinda Andi harun pun memastikan, anggaran penanganan longsor, sudah tersedia dalam APBD Kaltim 2021.

Karena akan di adakan terlebih dahulu proses pemenangan tender lelang. Pemkot Samarinda menyatakan, penanganan longsor di badan jalan di kawasan Teluk Bajau yang jadi tanggunjawab Dinas PUPR Provinsi Kaltim, direalisasikan selambatnya Mei 2021.

Mudah-mudahan, akhir Mei sudah bisa berjalan. Karena memang kan ada proses penentuan pemenang (lelang), masa sanggah. Apa boleh buat? Kita maunya hari ini (penanganan longsor), tapi aturan pelaksanaan proyek harus begitu,” tutup Andi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00