Ini Alasan Tidak Perlu Panic Buying

KBRN, Samarinda : Setelah beberapa bulan terakhir harga minyak meroket, hingga akhirnya sejak 19 Januari 2022 masyarakat bisa bernafas lega dengan diturunkannya harga minyak  menjadi Rp 14.000 per liter.

Turunnya harga minyak tersebut menimbulkan animo masyarakat untuk segera membeli minyak goreng.. Ramai diberitakan, masyarakat menyerbu toko maupun pusat pusat perbelanjaan untuk membeli minyak goreng. Seperti pantauan rri, salah satu minimarket di Balikpapan ramai diserbu pembeli pada Rabu (19/1).

Penurunan harga ini tentu diharapkan tidak menimbulkan dampak panic buying atau aktivitas belanja berlebihan karena rasa panik pada masyarakat. Dilansir dari ocbcnisp ada beberapa alasan tidak perlu panic buying.

1. Kecemasan bisa menular

panic buying adalah situasi yang menimbulkan rasa cemas berlebihan. Nahasnya, kecemasan tersebut tidak hanya terjadi pada satu individu, tapi bisa menular ke individu lain.

Hal tersebut semakin diperparah dengan arus informasi di era digital yang begitu cepat dan terkadang membingungkan. Sehingga, terjadi kecemasan berlebihan secara massal.

2. Kekurangan produk tertentu

Kecemasan berlebihan secara massal membuat orang rela menghamburkan uangnya untuk membeli barang. Pembelian yang tidak wajar akan membuat stok produk minim atau bahkan kosong.

3. Pemborosan

Perilaku membeli berlebihan membuat individu mengalami pemborosan. Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan lain atau diberikan pada orang yang membutuhkan jadi dihamburkan tanpa tujuan pasti.

4. Produk yang membusuk

Untuk produk yang mudah membusuk, dampak panic buying, membeli produk secara berlebihan bisa membuat produk membusuk karena tidak terpakai, misalnya kebutuhan makanan.

5. Kondisi keuangan rumah tangga jadi terganggu

Di samping pemborosan, kondisi keuangan rumah tangga juga bisa terganggu. Sebab, di samping pengeluaran berlebihan, pendapatan pada situasi yang tidak terduga bisa jadi berkurang.

6. Inflasi

Terakhir, dari sudut pandang masyarakat secara luas dan pemerintahan sebuah negara. Panic buying adalah kondisi yang bisa membuat ekonomi suatu negara mengalami inflasi.

Inflasi adalah penurunan nilai uang kertas karena begitu banyaknya uang yang beredar secara cepat, sehingga membuat harga mengalami kenaikan signifikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar