Oyasai Crayons, Krayon Yang Berasal Dari Limbah Pangan

Foto : Mizuiro, Inc.,

KBRN, Samarinda : Salah satu cara untuk memanfaatkan limbah pangan telah diwujudkan oleh Mizuiro, Inc., sebuah perusahaan yang memproduksi krayon pewarna dari sampah sisa makanan.

Lewat krayon ini, mereka ingin mengedukasi anak-anak agar peka terhadap masalah lingkungan. Dengan cara ini, anak-anak akan paham memilah benda-benda yang layak digunakan atau benda hasil daur ulang.

Nama krayon ini adalah Oyasai Crayons. Krayon yang terbuat dari bahan limbah organik. Bahan utamanya adalah minyak dan lilin gabah padi.

Lilin padat dan minyak cair dari dedak gabah adalah produk samping dari proses pengolahan padi. Sedangkan warna krayon yang dihasilkan juga bersumber dari bahan daur ulang tanaman (sayur).

Di masa panen, dedaunan dari tanaman sayur yang tak dimanfaatkan umumnya dibuang begitu saja. Oyasai Crayon kemudian memanfaatkan pigmen limbah pangan tersebut dan mengubahnya menjadi krayon pewarna.

Segala unsur bahan yang ada dalam Oyasai Crayons adalah bahan organik dan uniknya karena berupa limbah makanan. Mizuiro bisa memastikan bahwa produknya ini aman bagi anak-anak, bahkan bagi anak yang terbiasa meletakkan sembarang benda di mulut mereka.

Dilansir dari Inhabitat, ide inovatif yang ramah lingkungan ini dicetuskan oleh seorang perempuan bernama Naoko Kimura.

Naoko yang bekerja sebagai desainer grafis rumahan dan ibu rumah tangga terinspirasi saat melihat pigmen warna yang berasal dari sayuran.

Ia kemudian berinisiatif mengumpulkan limbah sayuran dari petani sayur yang tadinya terbuang karena tak memenuhi standard kualitas produk konsumsi. Sejak itu, ia pun memproduksi krayon di rumahnya di sebuah wilayah pedesaan Jepang.

Naoko saat ini telah menghasilkan 10 warna yang terbuat dari ubi rambat, bawang hijau, kentang,  akar umbi jepang, jagung, wortel salju, apel, ubi ungu, dan takesumi (bubuk arang bambu).

Meskipun sudah mengantongi sertifikasi uji seperti EN71-3 : 2013 yang merupakan standard aturan produk aman di Eropa, namun, tetap saja produsen mengingatkan untuk tidak dengan sengaja menelan krayon ini.

“Kami menggunakan bahan yang aman seperti minyak dan lilin dari gabah, bubuk sayur dan buah alami, tetapi bukan berarti krayon ini adalah makanan,” demikian bunyi keterangan perusahaan.

Mereka memastikan bahwa tak masalah jika anak menjilatnya. Namun jika telanjur termakan, lebih baik berkonsultasi dengan institusi kesehatan setempat. Demikian, Naoko berpesan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00