Pembayaran Non Tunai QRIS Kian Diminati Pelaku UMKM di Kukar

Layanan QRIS Mulai Dilirik Pelaku UMKM Kukar.jpg

KBRN, Tenggarong : Perkembangan ekonomi digital di Provinsi Kalimantan Timur kian pesat. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bukan saja telah memanfaatkan e-commerce dalam tranksaksi penjualan di pasar daring tetapi juga mulai mengadaptasi sistem pembayaran non tunai.

Meriana, salah satunya. Pelaku UMKM asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu kepada RRI mengakui sudah terbiasa dengan sistem pembayaran digital.

Kios miliknya yang berada di Pusat Oleh-oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar Jalan Patimura Tenggarong turut menyiapkan layanan pembayaran QRIS sehingga memudahkan pembeli ketika ingin membayar lewat aplikasi dompet digital.

"Pelatihan dari BI (Bank Indonesia) waktu pertama. Sudah lebih setahun pakai ini selama pandemi covid," ujarnya kepada RRI Minggu (03/07/2022).

Dari pengakuan Meri, terungkap alasan mengapa transaksi non tunai mulai digemari pengusaha lokal di Kukar. Selain praktis karena tak perlu menyiapkan uang receh untuk kembalian, penggunaan uang elektronik juga meminimalkan kasus uang palsu yang cukup sering dialami pelaku usaha kecil seperti dirinya.

Meri dan pelaku UMKM lain yang tergabung di Dekranasda Kukar diakui pengrajin sulam tumpar keturunan dayak itu, kini telah memiliki akun penjualan di marketplace sehingga semakin memperluas pangsa pasar. 

Meri sendiri pernah mendapatkan pesanan souvenir berupa pouch sulam tumpar dari Amerika.

"Pesan dompet macam pouch begini motif sulam tumpar," katanya.

 Meski tidak berjumpa langsung dengan pembeli tetapi penggunaan media internet untuk berdagang menurutnya mengundang pembeli tanpa harus datang ke Tenggarong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar